TEKS FOTO: Tim Penasehat POSPERA Sumut. *hariancentral.com-ist

MEDAN-hariancentral.com: Disoal penangkapan Tonggam Gultom yang dilakukan Poldasu, Dewan pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (DPD Pospera) Sumatera Utara menggelar konferensi pers di kantornya Jalan Seibatangkuis No 26, Medan, baru-baru ini.

Ketua DPD Pospera Sumut, Liston Hutajulu mengatakan penangkapan Tonggam Gultom tak ubahnya seperti menangkap seorang teroris padahal kasus yang dituduhkan pada dirinya hanyalah kasus penggelapan.

Alasannya, menurut Liston dimana  penangkapan Tonggam dilakukan pada Selasa (21/3/2017) sekira pukul 00.15 WIB dikantornya sampai menurunkan kekuatan personil yang cukup besar dan pada waktu dini hari.

Parahnya lagi, kondisi Tonggam yang saat ini mengalami penyakit lambung tidak juga dibantarkan ke rumah sakit. Padahal Dokpol Dokkes Poldasu sudah mengeluarkan rekomendasi agar Tonggam segera dirawat di rumah sakit.

"Jadi tampak memang Poldasu mengkriminalisasi Tonggam," tegasnya.

Dijelaskan Ketua Pospera itu lagi,  penggelapan yang dituduhkan pada Tonggam adalah sebuah rekayasa kasus untuk menjerat dan menjadikan Tonggam Gultom sebagai tersangka.

Alasannya, kasus penjualan tanah sultan sepenuhnya adalah permasalahan di Kesultanan Deli antara Pemangku Sultan Deli Tengku Osman Amal Ganda Wahid Al-haj (Tengku Aga) dengan keluarga Kesultanan.

Karena uang penjualan tersebut diterima dan digunakan seluruhnya oleh Tengku Aga, bahkan untuk kepeduliannya membantu keluarga Kesultanan Deli, Tonggam telah mengeluarkan uang pribadinya untuk mengurus pengembalian tanah Kesultanan.

Sementara kuasa hukum Tonggam Gultom, Sarmanto Tambunan SH mengatakan, bahwa dia membantah pernyataan Poldasu yang mengatakan  bahwa Polda telah mempunyai bukti yang cukup untuk melakukan penangkapan Tonggam

"Bukti yang mana? Penangkapan tersebut  hanya berdasarkan pengakuan saksi-saksi yang sudah dikondisikan Poldasu," ujar Sarmanto.

Atas tindakan Poldasu yang semena-mena, Sarmanto menyatakan, sangat menyesalkan dan keberatan atas tindakan yang dilakukan Poldasu.

Oleh karena itu, Sarmanto meminta Poldasu agar membebaskan Tonggam Gultom dari tahanan Direskrimum Polda Sumut dan tidak mengedepankan keprofesionalan penegak hukum dengan mengedepankan hak-hak azasi manusia.

Dalam waktu dekat, Sarmanto mengatakan pihaknya akan segera mempraperadilkan Kapoldasu dalam kasus ini.

"Kita akan segera menempuh langkah hukum dengan memprapidkan Kapoldasu, Irjen Pol Rycko Amelza Daniel MSi," pungkasnya. *AAN
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: