Pembangunan Sabo Dam Sinabung Terancam Gagal Dikerjakan

Share it:

TEKS FOTO: Prayuda Siagian ketika memberikan penjelasan kepada warga Sukatendel. *hariancentral.comProklamasi Ginting


TANAH KARO-hariancentral.com: Pembangunan Sabo Dam pada aliran lahar Sinabung yang direncanakan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan bekerjasama dengan Abipraya Lestari (KSO) bakal  terancam gagal dikerjakan. Karena  warga desa  Sukatendel  meminta  ganti rugi bagi lahan yang terkena dampak pembangunan tersebut.

Hal ini dibuktikan pada acara sosialisasi antara Pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Abipraya Lestari dengan warga desa Sukatendel kemarin di aula Camat Tiganderket. Dimana sosialisasi ini dihadiri mewakili Kementrian PU dan Pera  Prayuda Siagian, Abipraya Lestari ( KSO)  hadir Nanda Nasution, mewakili Camat Tiganderket Zainal Aswat STTP,  Kades Sukatendel Dewanto Perangin-angin, Sekdes Rahmat Perangin-angin serta 22 warga desa Sukatendel yang lahan terkena dampak pembangunan Sabo Dam tersebut.

Ketika Prayuda Siagian memberikan menjelasan kepada warga desa Sukatendel, bahwa pembangunan Sabo Dam untuk tahap pertama dilaksanakan di dua desa yang kini Perbaji dan Sukatendel. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai dan Anak Sungai, dimana dalam  pembangunan itu lahan yang terkena dampaknya tidak ada ganti rugi.

Lanjutnya, Kementrian PU dan Pera bekerjasama dengan Abipraya Lestari (KSO) melaksanakan pembangunan Sabo Dam di Lingkar Sinabung selama 3 tahun lamanya. Namun pada tahap awal pembangunan Sabo Dam dilaksanakan di desa Perbaji  ada 5 titik dan Sukatendel  ada 5 titik. Sabo Dam dibangun  pada beberapa titik  lokasi rawan bencana terutama  pada daerah aliran  sungai yang juga aliran lahar dingin gunung Sinabung. Hal ini berfungsi untuk  menahan sedimen yang dibawa oleh  lahar dingin sehingga lahan masyarakat, sungai  dan tebing sungai bisa teratasi dari erosi dan kerusakan lahan.

Namun warga desa Sukatendel S Perangin-angin pada sosialisasi itu meminta kepada Pihak Kementrian PU  dan Pera,  agar lahan warga Sukatendel yang terkena dampak pembangunan  Sabo Dam hendaknya diberikan ganti rugi. Kalau Pemerintah dalam pembangunan ini tidak ada memberikan ganti rugi, lebih baik dibatalkan saja, biarkan lahan kami hancur dan rata diterjang lahar dingin,” tegasnya.

Apa yang dikatakan Perangin-angin mendapat sambutan setuju dari warga desa Sukatendel  lainnya, bila tidak ada ganti rugi lebiha baik pembangunan Sabo Dam itu dibatalkan saja. Pada hal, Prayuda Siagian terus memberikan penjelasan kepada warga  yang lahan terkena dampaknya pembangun Sabo Dam tersebut agar lebih paham dan mengerti untuk itu. Namun warga masih terus bersikeras, untuk meminta ganti rugi lahan dan bila tidak pembangunan dibatalkan saja.

Selain itu, Kepala Desa Sukatendel  Dewanto Perangin-angin didampingi Sekdes Rahmat Perangin-angin terus berupaya memberikan penjelasan kepada warga yang terkena lahannya agar dapat menerimanya.Namun, warga masih tetap bertahan pada prinsipnya  untuk meminta ganti rugi lahan dan bila tidak lebih baik dibatalkan saja,” ungkap Perangin-angin mengahiri. *PRO




Share it:

daerah

Kolom SKPD

NEWS

Pemkab

RAGAM

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...