Pedagang Pasar Aksara Mengadu Ke Legislator

Share it:

MEDAN-hariancentral.com: Pedagang Pasar Aksara yang merasa mendapatkan ketidakadilan oleh Pemerintah mengadukan nasibnya kepada Legislator Sutrisno Pangaribuan ST, Anggota DPRD Sumut dari Komisi C Fraksi PDI Perjuangan baru-baru ini. Mendapat laporan dan keluhan dari pedagang, dirinya langsung meninjau lokasi.

Adapun keluhan dari pedagang dikarenakan adanya aksi pengusiran  kepada para pedagang yang mulai membersihkan dan mendirikan lapak-lapaknya untuk berjualan dilokasi bekas kebakaran.

Menurut Saut Turnip, Sekretaris Pedagang Korban Kebakaran Pasar Tradisional Aksara Medan (PK2PTAM), langkah itu mereka lakukan untuk menampung rekan mereka yang tidak kebagian lapak jualan di Jalan Aksara.

"Lagian, PT Aksara Jaya Indah (AJI) sudah mulai bersih-bersih dan memasang pagar diam-diam dari dalam. Lalu, kamipun ikut membersihkan dan mendirikan lapak-lapak. Tapi kenapa kami tidak boleh? Apa maksud Pemerintah, ini namanya tidak adil," ujarnya.



Dia menyebut bahwa pedagang yang jualan di luar lingkungan PT AJI itu hanya berkisar 250 orang dari total 840 korban kebakaran. Karena PT AJI mulai melanjutkan pembangunan dengan memasang tembok pagar, maka pedagang berinisiatif membangun lapak sendiri meski selama ini Pemko Medan tidak peduli nasib mereka.

"Pemko Medan saja tidak peduli pada kami, makanya kami mendirikan lapak sendiri agar bisa menampung rekan-rekan kami yang lain. Kalau di lokasi ini, mungkin akan menampung 200-an orang lebih pedagang lainnya termasuk pedagang ikan dan daging," ujar Turnip.

Lalu, saat mereka sedang menggelar dagangan dan sebagian lain menyusun lapak, tiba-tiba petugas Satpol PP datang dan membubarkan. Tindakan represif ini dilakukan dengan alasan keselamatan para pedagang.

"Mereka beralasan keselamatan pedagang, akhirnya kami semua digusur," ujar Turnip.

Mendengar keluhan itu, Sutrisno Pangaribuan ST langsung meninjau lokasi. Saat diwawancarai wartawan, Sutrisno Pangaribuan menyebut Pemko Medan tidak punya program atau perencanaan yang matang untuk solusi permasalahan pedagang.

"Inilah akibat Pemko Medan tidak punya planing. Jadi kalau memang berniat dan punya rencana matang, maka jelas mereka akan melakukan pembangunan. Atau Pemko Medan punya rencana lain," katanya.



Sutrisno menyebut, Pasar Aksara harus dibangun kembali seperti sediakala.

Adanya wacana pemindahan relokasi jualan yang selama ini berkembang di tengah-tengah masyarakat, menurutnya hal itu sangat berpotensi menuai masalah. Pasalnya, pemindahan lokasi itu tidak boleh jauh dari lokasi semula.

"Selain itu, rencana membangun pasar di kawasan RS Martondi juga tidak baik. Pasalnya, peruntukannya hanya untuk rumah sakit, bukan pasar. Jadi yang begini hanya akan mengulur-ngulur waktu. Masalahnya, sudah 8 bulan pasca terbakarnya Pasar Aksara, masa iya Pemko Medan tidak punya planing pembangunan yang matang?" ujarnya.

Bahkan, Sutrisno juga sudah menjembatani para pedagang Pasar Aksara hingga ke sejumlah kementerian dan sekretariat Wakil Presiden RI. Dimana Pemerintah pusat sudah menyediakan pembangunan kalau Pemko Medan tidak punya uang membangun kembali.

"Nah, dimana lagi masalahnya? Jadi tidak ada alasan lagi Pasar Aksara tidak kembali dibangun di lokasi yang sama kecuali Pemko Medan menginginkan hal lain. Presiden Jokowi saja punya program membangun 1.500 pasar tradisional, tapi ini kok Pemko Medan tidak sepemikiran dengan Bapak Presiden?" pungkasnya. *AAN
Share it:

Ekonomi

Medan

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...