TEKS FOTO: J Simarmata pedagang sembako yang masih bertahan di Pasar Binaan Bersatu Maju yang sudah redup. *hariancentral.com-Rasyid M

PEMATANGSIANTAR-hariancentral.com: Pedagang Binaan Perusahaan Daerah (PD)  Paus kian hari kian sepi dari pengunjung, yang akhirnya para pedagang pun kian hari kian berkurang dikarenakan tak mampu bertahan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Pantauan wartawan hariancentral.com di lokasi, terlihat hanya segelintir pedagang yang masih bertahan, dan pedagang tersebut masih berharap akan janji-janji manis yang diberikan PD Pasar Paus, namun janji tersebut belum teralisasi.

Pasar binaan PD Paus di Jalan Pdt J Wismar Saragih Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba redup, dari 60 orang pedagang kini tinggal 4 pedagang yang bertahan, itu pun karena menunggu janji.

"Empat pedagang lagi yang bertahan pak, itu karena menunggu janji," kata br Saragih seorang pedagang  buah di pasar itu, saat hariancentral.com menyambangi dan membincangkan tentang keadaan pasar tersebut kepada empat pedagangyang tersisa, Rabu (15/03).

"Menurut Br  Saragih, tiga bulan pertama pasar ramai dikunjungi masyarakat, hasil jualan buahnya mencapai Rp 400.000,- per-hari, melihat pencapaian hasil, kami bermohon untuk memasangkan lampu, dan membuat kamar  mandi kepada PD PAUS ( Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha), namun permohonan tak kunjung terealisasi, sampai pasar ini "mittop" (mati),"  tuturnya.

Harapan pedagang waktu itu, dengan dipasangnya lampu, mereka bisa mulai buka jualan jam 04.00 WIB subuh, karena di wilayah Kecamatan Siantar Martoba banyak perumahan, yang mana warganya banyak PNS,

"Jadi pak, mulai dari pagi sekitar pukul lima, PNS sudah bisa belanja, seperti di perluasan pajak Dwikora, mereka kan gak lagi belanja ke pasar Horas atau di pasar Dwikora, segala kebutuhan sudah ada disini, hargapun kami samakan dengan pasar Horas dan Pasar Perluasan,"  tutur Br Saragih.

Masih Br Saragih melanjutkan, pembicaraan, ketika  masuk di bulan ketiga aktifitas pedagang masih berjalan  lancar dan ramai pengunjung, dari beberapa pasar Binaan yang ada di Kecamatan, pasar Binaan Bersatu Maju yang cukup ramai pengunjung, karena disini semua barang kebutuhan sehari hari ada dan lengkap, sampai makan ciri kas batak pun ada, waktu itu pak penjual baju dari pasar Horas mau kesini, tapi melihat pondoknya tak mendukung jadi diurungkan niatnya.

"Br Sagih memaparkan, banyaknya  pedagang yang angkat kaki, ada beberapa faktor, kondisi keuangan atau.modal yang sudah termakan guna menutupi biaya hidup sehari-hari, Jalan empat bulan  pasar sudah mulai sepi dari pengunjung, pedagang yang berjualan mulai satu persatu angkat kaki," ungkapnya.

"Sebetulnya pak, kalau PD Paus terus membina pasar ini, saya yakin akan bangkit kembali, di tatalah jangan pondok-pondok dari bambu gini, lihat buah-buahan yang saya jual sudah kering terjemur, hasil penjualan hari ini cuma 35 ribu kami mau makan apa," keluh ibu tujuh anak itu.

Sementara, J Simarmata  (67) pedagang sembako menilai PD Paus tidak pernah memberikan pembinaan kepada anak-anak-nya, pondok bambu yang di tempati dibangun sendiri-sendiri oleh pedagang, pemberian  pinjaman yang dijanjikan PD Paus, sampai sekarang belum ada, direalisasikan.

“Kami yang masih bertahan saya sendiri, br Saragih penjual buah, br Sipayung dan menjual sarapan pagi, itupun baru kemarin meninggal,” ujar J Simarmata.

Besar harapan sisa para pedagang yang masih bertahan kepada Hefriansyah agar dapat memperhatikan nasib para pedagang binaan PD Paus yang telah menjadi korban janji manis darinya.

“Kami masih berharap, Pasar Binaan ini di perhatikan oleh Bapak Plh  Walikota Siantar, jangan menunggu PD Paus, yang sudah member berbagai janji dan angin sorga, yang katanya mau dibangun bulan Maret, ini sudah bulan Maret bahan bangunanpun gak datang-datang," kata Simarmata. *RED


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: