TEKS FOTO: Kades Namo Mirik Martin Surbakti berdiri di depan Kantor Kepala Desa Namo Mirik yang baru di lahan yang lebih luas dan terbuka membuat betah menempatinya. *hariancentral.com-Syamsul Bahri Star.

KUTALIMBARU-hariancentral.com: Melalui Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2016, Desa Namo Mirik, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang sekarang sudah memiliki kantor Kepala Desa yang memadai. Kantor Kepala Desa dibangun diatas pertapakan seluas 20 x 28 meter berada di pinggir sungai Lau Kelumat dan sungai Lau Remen. Sejak tiga bulan terakhir ini pemerintah desa sudah berkantor di gedung permanen yang baru tersebut.

Kepala Desa Namo Mirik Martin Surbakti ketika ditemui hariancentral.com di kantornya, Kamis (9/3/2017), mengakui dirinya serta perangkat desa sudah menempati kantor yang baru selesai dibangun itu. 

“Di kantor yang baru ini lebih nyaman karena ruangannya lebih luas dan berada di lokasi yang nyaman dan sejuk,” kata Martin.

Kantor berukuran 6,5 x 11 meter ini memiliki ruangan Kepala Desa dan Sekretaris Desa yang berdampingan, memiliki kamar mandi dan lahan parkir. Dana pembangunan kantor pemerintahan desa ini sebesar Rp 138 juta. Sementara pertapakannya dibeli seharga Rp 40 juta dengan swadaya masyarakat yang terdiri 6 dusun.

Dibangunnya kantor Kepala Desa ini, kata Kepala Desa, sebagai pengganti kantor yang lama yang sangat tidak memadai. Kantor yang lama kondisinya sudah keropos, ukurannya sempit dan berdampingan dengan bangunan Bidan Desa.

“Ukuran bangunan yang lama terlalu kecil dan tidak memungkinkan dibangunnya kamar mandi berikut septi tank dan jalan masuk ke kantor cukup sempit. Menurut rencana berdasarkan musyawarah, kantor yang lama akan dijual atau tukar guling dengan kantor yang baru,” urai Martin Surbakti.

Setelah dibangunnya kantor yang baru, kata Martin Surbakti, urusan administrasi yang diperlukan masyarakat akan dilayani di kantor baru tersebut. Kantor dibuka setiap hari jam kerja yang ditunggui oleh Kepala Urusan (Kaur) dan Kepala Dusun (Kadus) secara bergiliran.

“Kita menginginkan urusan masyarakat dapat dilayani semaksimal mungkin. Kita tidak menginginkan masyarakat mengeluh mendapat pelayanan pemerintah desa,” terang Martin lagi. *STAR-UBR
 


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours