PANGKALAN BRANDAN-hariancentral.com: Tak punya hati mungkin ini kata yang cocok untuk kedua pelaku bernama Awaludin (45) adalah ayah kandungnya sendiri dan Syamsul Bahri (37) adalah ayah angkatnya yang telah tega meniduri Anak Baru gede (Abg) sebut namanya Maya (nama samaran) (16).

Berawal, dari Maya  beserta ayahnya yang telah menjadi korban penggusuran dimana tempat  tinggalnya bertepatan diatas  tanah milik PJKA kereta api, yang diketahui tanah tersebut akan dibangun proyek jalan rel kereta api dari Binjai ke Besitang beberapa tahun yang lalu, sejak itu pula Maya dan ayahnya (Awaluddin) kini tinggal dirumah Syamsul.

Terkuaknya kasus tersebut berawal dari Curahan hati (Curhat) Maya kepada kakak sepupunya bernama Winda (22), dirinya tealh disetubuhi oleh ayah kandungnya sendiri.pada tanggal 3/8/2016 Awaluddin melihat maya tertidur dan terlihat oleh nya keindahan dan kemolekan tubuh Maya.

Nafsu bejad Awaluddin pun timbul, Maya langsung ditarik sang ayah di atas tempat tidurnya, dan melucuti seluruh pakaiannya serta pakaian maya, lalu ayahnya melakukan hubungan layaknya seorang suami istri terhadap anak kandungnya.

Maya tak dapat menolak permintaan karena Maya berada dibawah ancaman ayahnya.parahnya lagi Awaluddin telah melakukan perbuatan bejad tersebut sebanyak 6 kali.

Tak sampai disitu, Maya yang menceritakan kejadian ini kepada Saymsul berharap adanya jalan keluar terbaik untuknya, namun sebaliknya cerita perjalanan pahit yang dilami Maya malah dimanfaatkan oleh Syamsul.

Syamsul pun, ikut serta menikmati keindahan tubuh Maya sebanyak 7 kali, akhirnya Maya digilir olah dua pria yang dulu dianggapnya adalah sebagai pelindung. Kini dua pria tersebut telah menghancurkan masa depannya.

Winda, langsung menceritakan kepada warga setempat, dilanjutkan kepada Kepala Lingkungan dan Camat Sei Lepan Faizal Rizal Matondang 

Atas peristiwa ini, Camat Sei Lepan Faizal Rizal Matondang beserta warga, Minggu (12/3) sekitar jam 23.00 WIB membuat laporan ke Mapolsek Pangkalan Brandan, dan malam itu juga kedua tersangka dicari pihak Kepolisian di bantu warga sekitar

Dan pagi Senin (13/3), sekitar jam 08.00 WIB tersangka Awaluddin ditangkap disalah satu rumah warga yang tak jauh dari kediaman tersangka, tak lama berselang Syamsul Bahri juga ditangkap pihak kepolisian saat berada di rumahnya, dan kedua tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Pangkalan Brandan guna menjalani pemeriksaan 

Saat wartawan, mencoba mengkonfirmasi tersangka di ruangan periksa Polsek Pangkalan Brandan, mengapa tersangka (Awaluddin) tega berbuat demikian, dengan wajah enteng tersangka mengatakan, "Hukumnya tidak haram karena dia anak saya, dan saya kasih makan, dan kalau melonte itu dosa," ucap ayah bejat ini

Winda (22) kakak sepupu korban, saat ditemui di Polsek Pangkalan Brandan, dengan wajah sedih sambil menangis menceritakan, selama ini Maya selalu mendapat tekanan dari Syamsul Bahri, yang selalu melakukan kekerasan dengan memukul.

Menurut Winda,Maya mengalami luka fisik, dibagian kepala, tangan dan sekujur tubuh, sehingga Maya tidak berani menceritakan perihal apa yang dialaminya, dan setiap kali Maya mencoba melarikan diri Syamsul Bahri selalu melakukan tindak kekerasan dengan cara memukul.

Sementara itu, Kapolsek Pangkalan Brandan AKP W Sidabutar saat dikonfirmasi mengatakan, tersangka masih menjalani pemeriksaan, dan kuat dugaan, tersangka lebih dari dua orang,  dan kasusnya akan kita limpahkan ke Polres Langkat.

“Atas perbuatan cabul ini, kedua tersangka dijerat pasal 290 ayat 2e 3e KUHP  junto pasal 81 ayat 2 subsider pasal 82 ayat 1 UU RI Nomor  35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujar Kapolsek Pangkalan Brandan AKP W Sidabutar. *RED



Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: