Skip to main content

Warga Desa Negeri Jahe Apresiasi Manfaat Dana Desa

TEKS FOTO: Warga bersama Johanna Triposa br Tarigan pada rabat beton  selesai dibangun.*hariancentral.com-Proklamasi Ginting

TANAH KARO-hariancentral.com: Penggunaan Dana Desa 2016 di desa Negeri Jahe Kecamatan Kutabuluh mendapat apresiasi dari masyarakat. Setelah selesai dikerjakan  yang  prioritas untuk  pembangunan fisik, manfaatnya telah dapat dirasakan oleh masyarakat .  

Disamping itu, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan  Dana Desa peran serta masyarakat ikut dilibatkan untuk bekerja dengan upah yang sesuai ketentuan yang telah diatur oleh Pemerintah. Dengan sendirinya  tenaga penganguran yang ada di desa akan menjadi berkurang.

Pj Kepala Desa Negeri Jahe Kecamtan Kutabuluh Johanna Triposa  br Tarigan Sabtu (18/02) kepada hariancentral.com mengatakan, pembangunan fisik  Dana Desa Silpa 2015 dan Dana Desa, ADD, Dana Bagi Hasil (DBH) 2016 di desa Negeri Jahe telah selesai dikerjakan. Antara  lain, Pembuatan 2 unit sumur bor, rabat beton jalan ke Permukiman Baru dan Sungai, pembelian ATK Kantor dana Silpa 2015.

"Namun Dana Desa, DBH, ADD 2016 digunakan untuk pembuakaan jalan Ladang Jenggorap, rabat beton jalan sentra produksi juma Long-Long, rabat beton sentra produksi juma  Paya Mbentar, rabat beton sentra  produksi uruk Kambing,  jalan sentra produksi uruk Pacinta, jalan sentra produksi  Jenggorap Atas, jalan sentra produksi menuju kamar mandi dusun I,  pembangunan saluran drainase kamar mandi dusun I,  Pembuatan tangga menuju Balai Desa, pembangunan saluran drainase ke dusun I, pembangunan saluran drainase samping Balai Desa menuju kamar Mandi dusun II. Selain itu, dalam mensukseskan pelaksanaan Pilkades di desa Negeri Jahe terserap dana desa  sekitar 6 juta," terangnya.

Menurutnya, terlaksananya kegiatan pembangunan Dana Desa tidak terlepas dari kerjasama yang baik dengan para Ketua  TPK Basmi Tarigan,  Lemah Manihuruk,  Model Sembiring, Juara Ginting serta bendahara  Isnaniah br Karo.

Ratna br Barus(47) warga desa Negeri Jahe menuturkan, kami sudah dapat merasakan manfaat Dana Desa yang diberikan Pemerintah ke desa kami ini. Karena sebelum ada dana desa, jalan  pertanian didesa Negeri Jahe masih banyak menggunakan jalan setapak atau jalan tanah. Belum bisa dilalui dengan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk membawa hasil pertanian dari ladang menuju desa. 

"Setelah adanya Dana Desa yang diberikan Pemerintah pembangunan di desa kami sudah berangsur baik. Jalan menuju perladangan juga sudah mulai bagus untuk dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Membawa hasil pertanian juga kami sudah dapat terbantu, tidak lagi harus dipikul dan kendaraan juga sudah bisa masuk sampai di ladang," ucapnya. *PRO



Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…