Sejak Dahulu Jalan Ke Desa Kutakepar Belum Pernah Diaspal - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, 21 February 2017

Sejak Dahulu Jalan Ke Desa Kutakepar Belum Pernah Diaspal

TEKS FOTO: Jalan ke Desa Kutakepar longsor dan butuh pengaspalan. *hariancentral.com-Proklamasi Ginting  

TANAH KARO-hariancentral.com: Desa Kutakepar Kecamatan Tiganderket salah satu Desa yang terpencil, dimana  jalan menuju Desa belum pernah tersentuh aspal  hingga sekarang. Sejak dahulu  warga masih menggunakan jalan tanah dan bebatun ketika hendak pergi  dari Desa maupun sebaliknya.

"Sekdes Desa Kutakepar Lajim Barus kepada hariancentral.com Selasa (21/02) menjelaskan, jalan menuju Desa Kutakepar  sejak dahulu hingga sekarang belum pernah diaspal. Pada hal setiap ada acara Musrenbang Desa, Kecamatan, tiap tahunnya selalu menjadi usulan prioritas utama pengaspalan jalan dan belum juga terealisasi dari Pemerintah," jelasnya.

Saat ini ada dua jalur jalan menuju Desa Kutakepar yaitu dari Desa Susuk dan dari jalan Desa Penampen belum juga tersentuh aspal. Seandainya dari Desa Susuk dianggap oleh Pemerintah tidak layak lagi untuk dilalui karena sebagian merupakan jalur lahar dingin. Namun  jalan alternatif yang sudah ada  dibuka dan dibangun sebelumnya  dari Desa Penampen hendaknya  secepat mungkin dilakukan pengaspalan.

"Lajim Barus mengatakan,  jalan  menuju Desa Kutakepar dari ibukota Kecamatan Tiganderket yang merupakan jalan alternatif dari jalan Desa Penampen jaraknya 10 kilometer. Namun jalan semula dari Desa Susuk jaraknya sekitar 12 kilometer dari Tiganderket. Jalan alternatif yang perlu diaspal oleh Pemerintah senpanjang 6 kilometer," sebutnya.

Karena jalan tersebut belum juga diaspal, maka sepanjang 800 meter  jalan  dari desa Kutakepar telah dibangun dengan rabat beton menggunakan Dana Desa 2016. "Warga sudah sekian lama mendambakan jalan aspal menuju Desa dalam menjual hasil pertanian, berpergian, maupun kembali ke Desa," tuturnya.

Advent Perangin-angin (39) warga Kutakepar mengatakan,  akibat jalan tidak diaspal  selain bagi warga maka bagi  para  Siswa SMP, SMA yang harus sekolah  ke Tiganderket juga menjadi  terkendala. Mereka harus dihadapkan dengan tantangan  melintasi jalur lahar sekitar 1 km  ketika hendak pergi dan kembali dari sekolah ke Desa. Pada saat  mereka pulang  sekolah, bila terjadi  banjir lahar  akan memungkinkan mereka  terjebak banjir  dan bahkan memungkinkan memakan korban jiwa," ujarnya.

"Dia berharap kepada Pemerintah agar segera  melakukan pengaspalan  jalan menuju Desa Kutakepar yang sejak dahulu hingga sekarang belum  juga terealisasi dari Pemerintah Kabupaten Karo," harpnya. *PRO



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here