Pusat Janji Harga Gas Industri Sumut Turun 1 Maret - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, 24 February 2017

Pusat Janji Harga Gas Industri Sumut Turun 1 Maret

TEKS FOTO: Gubsu Erry Nuradi bersama Menteri Perindustian Airlangga Hartarto saat menghadiri peresmian Pabrik Sarung Tangan PT Medisafe di Tanjungmorawa, Deliserdang, Kamis (23/2). *hariancentral.com-ist  

DELISERDANG-hariancentral.com: Gubsu Erry Nuradi mengatakan, pemerintah pusat melalui Menteri ESDM sudah berjanji menurunkan harga gas untuk industri di Sumut dari USD 12, 2 per MMbtu menjadi USD 9,9 per MMbtu.

“Menteri ESDM sudah menegaskan harga gas di Sumut turun yang diberlakukan per 1 Maret nanti,” kata Gubsu saat menghadiri peresmian Pabrik Sarung Tangan PT Medisafe di Tanjungmorawa, Deliserdang yang dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kamis (23/02).

Dijelaskannya, hal itu disampaikan menteri dalam Rapat Terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo yang dihadirinya pada pekan lalu di Jakarta.

“Masalah gas dan listrik di Sumut termasuk yang menjadi poin pembahasan kami dalam Ratas. Masalahnya, harga gas untuk industri di Sumut adalah yang tertinggi dunia, seharga USD 12,2 us per MMbtu bahkan pernah menyentuh 13 US$ per MMbtu,” kata Erry.

Harga gas ini menjadi salah satu kendala investasi di Sumut dan menyebabkan industry di Sumut tidak mampu bersaing. “Desakan kami dijawab langsung oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan dengan memberi kabar gembira, per 1 Maret harga gas akan turun menjasi USD 9,9 per MMbtu,” kata Gubsu.

Walaupun, masih tinggi jika dibandingkan dengan negeri jiran Malaysia yang mematok harga gas hanya USD 5-6 per MMbtu, namun langkah penururnan tersebut menurut Gubsu sudah memberi angin segar bagi dunia industry di Sumut.

“Kami berharap melalui Menteri Peridustrian, nantinya harga gas bisa karena ditambah pajak, seperti PPN regasifikasi sebesar US$ 0,15/MMbtu, PPN Arun-Belawan US$ 0,25/ MMbtu, margin PT Pertagas (perusahaan regasifikasi), dan biaya distribusi gas sebesar US$ 1,44/MMbtu yang dikenakan PT PGN (Perusahaan Gas Negara).

“Tingginya harga gas inilah yang menyebabkan industry kita sulit berkembang sehingga akan berdampak terhadap keberadaan tenaga kerja, pemutusan hubungan kerja karena produk yang dihasilkan industry tidak bisa bersaing dengan produk dari negara lain, makanya kita harapkan di bulan Februari ini Peraturan Menteri ESDM bisa keluar, sehingga harga gas yang disepakati 9,95 US$ per MMbtu itu bisa direalisasikan,” katanya. *RED


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here