Polisi Tembak Mati Dua Bandar Narkoba Di Medan, 11 Kg Sabu Disita

Share it:


TEKS FOTO: Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, didampingi Kepala BNNP Sumut, Kabiddokkes, Kapolrestabes Medan, Kabid Humas Poldasu serta Dandim 0201/BS  Memaparkan di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.

MEDAN-hariancentral.com: Perang terhadap narkoba kembali ditunjukkan oleh petugas Kepolisian Sat Res Narkoba Polrestabes Medan. Kali ini dua dari tiga tersangka yang merupakan bandar narkoba jaringan Internasional tewas saat proses penangkapan.

Demikian dijelaskan oleh Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, didampingi Kepala BNNP Sumut, Kabiddokkes, Kapolrestabes Medan, Kabid Humas Poldasu serta Dandim 0201/BS, kepada wartawan, Selasa (7/2/2017) siang, di depan kamar jenazah RS. Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.

Ini merupakan keberhasilan Sat Res Narkoba Polrestabes Medan dalam aksi perang terhadap narkoba. Dimana, sama-sama kita ketahui Indonesia khususnya Sumatera Utara sudah dalam status darurat terhadap narkoba. 

Seperti contoh dua tersangka yang telah diberikan tindakan tegas sesuai arahan bapak Kapolri untuk tidak takut menindak para bandar yang melakukan perlawanan.

"Sebagai pembelajaran kepada masyarakat untuk tidak coba-coba mengedarkan narkoba di Indonesia ini, terkhusus Sumatera Utara,” jelas Rycko.

Menurutnya, dari 11 Kg narkoba jenis sabu yang berhasil disita dari para tersangka yakni, FE (27), PA (43) dan PR (27) diperkirakan menyelamatkan 33 ribu jiwa.

Perhitungannya, 1 gram sabu dapat membunuh 3 orang, 1 Kg sabu dapat membunuh 3000 orang, jadi 11 Kg sabu dapat membunuh 33 ribu orang. "Inilah jumlah umat manusia yang berhasil kita selamatkan,” tegasnya.

Masih kata Jenderal bintang dua dipundaknya ini, bahwa barang haram tersebut terorganisir dan dapat masuk ke Indonesia melalui Pantai Timur Sumbagut.

"Para tersangka dapat mendatangkan narkoba jenis sabu ini dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, melalui Pantai Timur dari Aceh hingga Jambi yang panjangnya mencapai 6000 KM, sehingga pertemuan yang beberapa waktu lalu dilakukan oleh bapak Kapolri terhadap para Kapolda Sumbagut untuk menekankan tingkat pengamanan di wilayah Pantai Timur,” bebernya.

Bahkan ia sangat menekankan bahaya narkoba bagi masyarakat.

“Bayaha narkoba, narkoba bukan hanya kejahatan yang bisa dihukum berat, tetapi juga dapat merusak badan, terpenting, narkoba itu haram. pertanggung jawaban kita di akhirat nanti sangat besar,” pungkasnya. *MRH

Share it:

Medan

Narkoba

NEWS

Polri

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...