TEKS FOTO: Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Boido HK Panjaitan SH, Andi Lumbangaol SH, Zulkifli Lubis SE, Salman Alfarisi Lc MA dan Asli Mulia Rambe SH (Bayek) saat RDP di ruang Komisi C bersama pengembang Pasar Kemiri dan pegawai PD Pasar Medan, Senin (27/2). *hariancentral.com-Irwan Manalu

MEDAN-hariancentral.com: Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Boido HK Panjaitan SH mengatakan, agar para pedagang Pasar Kemiri Medan yang belum membayarkan uang pembangunan pembangunan kios sebesar Rp12,5 juta agar membayarkan saja sewa kios tersebut. 

Karena tidak ada alasan bagi para pedagang untuk tidak membayarkan sewa kios yang telah selesai dibangun oleh pihak pengembang.

Hal ini dikatakan Boido Panjaitan usai mendengarkan keterangan langsung dari Effendi Naibaho, pengembang yang telah membangun kios dan lantai keramik di Pasar Kemiri saat rapat dengar pendapat (RDP) di ruangan komisi C DPRD Medan, Senin, (27/2).

“Kita berharap PD Pasar yang baru dapat memediasi pedagang agar permasalahan pedagang dapat segera diselesaikan. Dan apa-apa yang harus diperbaiki agar segera dibenahi dan diperbaiki. Dan bagi pedagang yang sudah menempati kios, segeralah membayar uang kios tersebut,” ujar Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini.

Effendi Naibaho, pengembang yang membangun lantai dan kios Pasar Kemiri mengatakan, pihaknya hanya membangun sesuai nilai kontrak dan sesuai konsep yang telah ditentukan oleh Kepala PD Pasar sebelumnya. 

“Sebenarnya hanya ada beberapa pedagang saja yang tidak mau membayarkan sewa kios, pedagang lainnya sudah membayar. Selaku pengembang, saya hanya diperintahkan untuk membangun lantainya, itulah makanya saya kerjakan. Kalau untuk kios yang dibangun 1,65 meter x 1,75 meter dan sudah selesai dikerjakan,” ujar Effendi.

Effendi juga menjelaskan, dari 250 pedagang pasar kemiri, yang belum membayar kios tinggal 120 pedagang lagi, dan sampai saat ini para pedagang tersebut masih tetap berjualan dan memakai kios tersebut.

Sementara itu, Andi Lumbangaol SH pada rapat dengar pendapat tersebut menyayangkan lambatnya permasalahan para pedagang kemiri tersebut diselesaikan oleh PD Pasar dan pengembang, sehingga memunculkan pertanyaan dari kalangan pedagang Pasar Kemiri.

“Saya sarankan, agar permasalahan pedagang dan pengembang dapat di mediasi oleh kepala Pasar Kemiri yang baru,” ujar Politisi dari Partai PKPI Medan tersebut.

Salman Alfarisi Lc MA pada kesempatan itu mengatakan bahwa pembangunan pasar kemiri yang nilai proyeknya tidak lebih dari Rp200 juta tersebut mengatakan, ada ketidakselarasan antara pengembang dan para pedagang kemiri saat itu. Ketika ada yang hendak dikerjakan, pengembang seharusnya bernegosiasi dengan PD Pasar dan PD Pasarlah yang akan mensosialisasikannyan kepada pedagang.

“Janganlah pengembang hanya membangun sesuai keinginan mereka tanpa ada persetujuan atau kesepakatan terlebih dahulu dari PD Pasar selaku pihak pengelola. Kepada PD Pasar janganlah setiap ada perehapan stand pedagang, akan memberatkan para pedagang, karena kita melihat, tidaklah wajar Rp12,5 juta dibangun hanya untuk kios berukuran 1,65 meter x 1,75 meter. Apakah itu wajar?,” jelas Salman.

Sementara, Zulkifli Lubis SE dari Partai PPP dan Asli Mulia Rambe SH dari Partai Golkar Kota Medan senada agar para pedagang Pasar Kemiri yang telah menempati kios agar membayarkan kewajiban mereka, karena kios telah selesai dibangun dan pedagang juga sudah memakai kios untuk berjualan.

“Kedepan, jangan ada lagi pedagang yang dirugikan akibat adanya pembangunan kios, pengembang dan pedagang dapat duduk bersama yang difasilitasi oleh PD Pasar,” terang mereka.

Hadir dalam RDP tersebut, Direktur Operasional PD Pasar Medan, Dr Yohri Anwar MM, Kacab 1 PD Pasar, Muklis Lubis SH, Kacab Pasar Kemiri, Warsito. *RED

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: