LANGKAT-hariancentral.com: Museum Langkat yang beralamat di Jalan Tengku Amir Hamzah Nomor 1  dengan luas sekitar 1500 m2 yang terletak tidak jauh dari Masjid Azizi kecamatan Tanjung Pura yang didirikan pada Tahun 1905 semasa Kesultanan T Abdul Aziz sekarang terlihat tidak lebih seperti Rumah hantu.

Sebelum menginjakkan kaki di halaman museum sudah terlihat dari kejauhan bangunan yang dahulunya menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Langkat sekarang rusak dan tidak terawat, di sekeliling halamannya juga terlihat semak belukar, langit-langitnya hancur seperti mau roboh dan dindingnya hanya terlihat kupakan-kupakan cat yang habis di makan waktu.

Saat masuk kedalam museum terlihat miniatur Masjid Azizi dan Rumah T Amir Hamzah yang di masukkan kedalam sebuah peti kaca lalu di dinding dalam gedung terpajang gambar mantan Bupati, Ketua DPRD, Tuan Guru Babussalam dan Raja-Raja yang pernah memerintah kesultanan Langkat yang kesemuanya di selimuti debu tebal.

Di dalam Museum tersebut terdapat beberapa kamar yang di dalamnya berisi berbagai jenis busana tradisional dan salah satunya ada sebuah kamar yang berisi peralatan yang di gunakan pahlawan Nasional T Amir Hamzah seperti lemari, kursi/meja tamu dan meja kerja juga tidak luput dari dari debu tebal yang menyelimutinya.

"Menurut Pegawai yang bertugas menjaga museum, memang sudah lama gedung sejarah yang beralih fungsi menjadi museum sejak tahun 2013 ini tidak mendapat perhatian pemerintah bahkan masyarakat yang mengunjungi museum ini kebanyakan dari luar Daerah terutama dari Kota Binjai yang kebanyakan dari Anak sekolah sedangkan Pelajar dari Langkat sendiri jarang bang," tuturnya.

Pegawai tersebut juga menambahkan, Kepala Pariwisata jarang kesini kalau tidak salah terakhir beliau kemari saat Museum ini kemasukan pencuri dan sampai sekarang belum pernah, untuk biaya masuknya di kenakan biaya Rp 3000/ orang.

"Kami di sini ada empat orang yang bertugas menjaga Museum, kami berharap agar kiranya Museum ini dapat segera di perbaiki yang nantinya dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum," tutup pegawai tersebut.

Ucapan kekecewaan terhadap kondisi Museum juga di utarakan Agus Salim yang akrab di sapa Agus Jenggot.

"Mantan Sekeretaris DPK BKPRMI Tanjung Pura Tahun 1996 mengaku kecewa terhadap Pemkab Langkat terutama Dinas Budaya Dan Pariwisata yang dinilainya tidak menghargai sejarah, padahal Museum tersebut merupakan saksi bisu kisah panjang Kesultanan Langkat maka untuk itu Agus berharap agar Bupati Langkat mengevaluasi Sekretaris Dinas Pariwisata yang diduga harus bertanggung jawab rusaknya cagar budaya di Langkat," tutup Agus.

Sungguh ironis memang padahal Museum yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Pura adalah satu-satunya Museum yang di miliki Kabupaten Langkat yang sekarang kondisinya cukup memprihatinkan.

Untuk mencari tahu alasan dibalik ketidak pedulian pemerintah terhadap Museum, awak media harianentral.com mencoba menghubungi sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata Edi Syahputra SH, tetapi sayangnya beliau tidak berada di kantor dan disaat contact melalui telepon nomornya tidak. *LIM
   

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: