Miskin Membuat Sri Cacat Seumur Hidup

Share it:




TEKS FOTO: Sri Bina Br Tarigan tinggal di gubuk bambu milik orang lain. *hariancentral.com-Julibar.



 TIGA JUHAR-hariancentreal.com: Kemiskinan membuat Sri Perbina br Tarigan (12), atau kerap dipanggil Bina, tidak bisa mengobati penyakit yang dideritanya, dan harus menanggung cacat seumur hidup atas apa yang dirasakannya.

Sri Perbina tinggal bersama kedua orangtuanya di sebuah gubuk kecil berlantai tanah di Desa Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.

Anak kedua dari buah pernikahan Balas Tarigan (40) dan Erlita br Sagala (31) sejak lahir mengalami kelainan organ kepala/tempurung otak yang tidak sempurna.

Ayah Bina (Balas Tarigan), dimana tidak memiliki pengahasilan tetap, sehari-hari ia bekerja sebagai buruh harian untuk warga sekitar yang menggunakan tenaganya dan Ibunya Erlita hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang tidak mempunyai penghasilan.

Erlita yang ditemui wartawan di kediamannya Senin (8/2) menjelaskan, penyakit yang diderita putrinya berawal ketika lahir 17 Maret 2005 lalu, saat itu kata Erlita, anaknya menderita panas tinggi (steep), waktu itu Bina dirawat di sebuah  rumah sakit umum di Medan.

"Waktu discening di rumah sakit, anak saya dikatakan menderita kelainan di otak kecilnya dan harus terapi, tapi kami tidak memiliki uang, sehingga saran dokter itu tidak bisa kami jalankan,"  kata Erlita dengan mata berkaca kaca,

Erlita terlihat tak sanggup membendung air matanya, sambil menggendong anaknya ia menceritakan sikap anak keduanya itu, sampai usia beranjak 12 tahun ini anaknya tidak bisa beraktivitas sendiri bahkan untuk makan sendiri harus dibantu.
 
Selain tidak bisa berbicara, Bina bahkan tidak sanggup merangkak seperti bayi, untuk pindah tempat Bina berupaya dengan mengesot, hal ini mambuat salah satu orangtuanya harus menjaga Bina tiap harinya.

Sejauh ini kata Erlita, keluarganya  tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah termasuk program-program yang digalakkan pemerintah tidak pernah mereka dapati. 

"Kami pernah dengar banyak program pemerintah untuk warga miskin seperti kami, tapi tidak satupun yang pernah kami terima,"  ujarnya.

Kini Erlita, menanti perhatian dari pemerintah kabupaten Deliserdang ataupun pemerintahan Provinsi maupun Pemerintah Pusat, dan uluran tangan dari hati bapak/ibu yang peduli akan kepedulian kesembuhan Bina dari penyakitnya saat ini. 

"Semoga dengan ini, tindakan pengobatan Bina dapat segera dilaksanakan,"  harapnya. *JUL

Share it:

daerah

NEWS

RAGAM

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...