Materi Kuliah Menaruh Topless Bening Dan Besar Diatas Meja - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, 15 February 2017

Materi Kuliah Menaruh Topless Bening Dan Besar Diatas Meja

MEDAN-hariancentral.com: Seorang guru besar didepan audiensnya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yang bening dan besar diatas meja.

Lalu si guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"

Audiens menjawab: "Sudah penuh".

Lalu si guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkannya kedalam topless tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"

Audiens menjawab: "Sudah penuh".

Setelah itu sing guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkannya kedalam topless yang sama. Pasirpun mengisi sela-sels bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi kedalamnya.

Tetapi terakhir si guru menuangkan secangkir air kopi kedalam topless yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Si guru kemudian menjelaskan bahwa: "Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplessnya.

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggungjawab terhadap Tuhan, orangtua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal dan kesehatan.

Kelereng adalah hal-hal yang penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dan lain-lain.

Pasir adalah yang lain-lain dalam hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dan lain-lain.

Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng dan bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal-hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dan seterusnya seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dari hal-hal yang besar dan penting hingga hal-hal yang menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas dan bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas dan mana yang menjadi pelengkap.

"Jika tidak, maka hidup bukan saja tidak lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali," terangnya.

Lalu si guru bertanya: "Adakah di antara kalian yang mau bertanya?"

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yang dituangkan tadi .....?," tanya audiens.

Si guru besar menjawab sebagai penutup: "Sepenuh dan sesibuk apapun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim sambil minum kopi, dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan betapa indahnya hidup ini," tutupnya.*TAR



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here