Dinas Pariwisata Siantar Belum Mengeluarkan Izin SPA : Oknum Satpol PP Diduga Pungli Usaha SPA

Share it:

PEMATANGSIANTAR-hariancentral.com: Akibat tutupnya lokalisasi yang dikenal dengan (BM) Bukit Maraja yang terletak di Jalan Asahan, menyebabkan menjamurnya bisnis esek-esek yang berkedok sebagai bisnis SPA.

Dimana Pemerintah tidak mengizinkan pelaku bisnis SPA menyediakan wanita therapist untuk melakukan praktik asusila dan ini sesuai UU No 10 tahun 2009.

Faktanya beberapa pelaku usaha SPA di Pematangsiantar diduga telah menyediakan praktik Asusila, terkesan ketidak tegasan Pemerintah Pematangsiantar menjadi penyebab menjamurnya praktik prostitusi berkedok panti pijat dan SPA.

Menurut Wakil Ketua LSM LPAB (RHP) Siantar –Simalungun Selasa (14/2) mengungkapkan, beberapa panti pijat yang diduga sebagai tempat prostitusi mendapat kenyamanan dari beberpa oknum Pemerintah Kota Siantar.

Semestinya Pemerintah Pematangsiantar tegas dalam menjalankan dan menegakkan peraturan, melihat dan menindak tempat SPA yang selama ini telah menyalahi izin yang diberikan oleh Pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar Dra Fatimah Siregar menegaskan, mengenai izin usaha SPA dan karaoke sesuai UU No 10 tahun 2009, menjelaskan bahwa mengenai hiburan SPA dan karaoke belum ada PERDA.

“Sampai saat ini kita masih fokus pemberian Izin travel, Saya tidak berani memberikan izin kepada mereka dan sampai sekarang pelaku usaha SPA belum menemui saya. Kita masih menunggu dari pusat dan kedepannya untuk hal seperti ini ada asosiasi yang akan menangani," terangnya.

Ketika ditanya mengenai data SPA dan kafe yang terdaftar di Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, beliau menjawab tidak ada. Semua data di kantor kosong. Secara peraturan pengusaha tersebut sudah menyalahi," tegasnya.

Ditempat terpisah awak media juga mengkonfirmasi karyawan SPA Glamour komplek Megaland Londro mengatakan, bahwa usaha ini tidak menyediakan pijat plus-plus dan ketika diminta untuk menunjukkan surat izin usaha dari dinas terkait, beliau menjawab tidak bisa.

“Saya hanya sebagai pengawas disini yang mengurusi karyawan dan menyimpan duit omset perhari, dan pemilik usaha SPA ini juga saya tidak kenal," ungkapnya.

Begitu juga dengan karyawan tidak mau disebutkan namanya ketika dipertanyakan ada tidak oknum SATPOL PP yang sering datang kemari untuk meminta upeti, karyawan itu membenarkannya.

“Mereka datang sekali sebulan kemari. Setiap mereka datang, pengawas itu memberikan amplop yang berisi duit kepada oknum Satpol PP," ucapnya.

Sekedar mengingatkan adanya beberapa usaha SPA dan Karaoke di kota Pematangsiantar menyediakan bisnis mesum berkedok SPA dan karaoke.

Dan perlu diketahui bahwa membuka usaha SPA dan Karaoke belum ada diterbitkan ijzn dari Dinas Pariwisata Pemko Pematangsiantar. *JOH
Share it:

daerah

Kolom SKPD

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...