Butuh Perhatian Pemkab Karo : Tata lingkungan Objek Wisata Namo Cengkeh pola Tebu

Share it:


TEKS FOTO: Objek Wisata di Desa Pola Tebu Kecamatan Kutabuluh.*hariancentral.com-Proklamasi Ginting

TANAH KARO-hariancentral.com: Di Kabupaten Karo, masih ada objek wisata terpendam  yang belum dikenal oleh  para wisataan asing maupun wisatawan lokal. Pada hal objek wisata merupakan sumber pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karo. 

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Karo melalui  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  perlu melakukan penataan untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Objek Wisata Pemandian Alam Namo Cengkeh, Sampuren Batang, Sampuren Bulayan dan Sampuren Proyek  di Desa Pola Tebu Kecamatan Kutabuluh.

"Kepala Desa Pola Tebu, Adil  Sebayang  ketika  dikonfirmasi hariancentral.com  Rabu (22/02) mengatakan, sebagian Dana Desa 2016 digunakan untuk  melakukan penataan Objek Wisata Pemandian Alam  Namo Cengkeh untuk menarik para wisatawan. Karena Objek Wisata ini masih belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karo, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melakukan penataan." tuturnya.

Karena inilah merupakan pembukaan awal untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)  untuk menegmbangkan areal  sumber  alam Pemandian  Objek Wisata Namo Cengkeh. Karena  wilayah Objek Wisata Namo Cengkeh di Pola Tebu, adalah  merupakan aset terpendam selama ini untuk Pemerintah Kabupaten Karo  yang perlu digali dan ditata dengan baik. Desa Pola Tebu juga merupakan salah satu desa terisolir (terujung) diantara desa lainnya  yang jaraknya sekitar  45 km dari ibukota Kecamatan Kutabuluh.

Lanjutnya,  ada sekitar 120 KK 600 jiwa warga desa Pola Tebu yang mayoritas sebagai petani   tanaman jagung, jeruk, padi dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta membiayai sekolah anak mereka. 

Lebih lanjut, Adil Sebayang juga menjelaskan pengunnaan Dana Desa  di Desa Pola Tebu yaitu  Dana Silpa 2015 digunakan untuk  pembuatan rabat beton ke perladangan Rambah Galoh, Rumah  Kuta, dan pengadaan Kendaraan Dinas Kepala Desa satu unit Sepeda Motor.

Dana Desa 2016 digunakan untuk  perkerasan jalan sentra produksi dari Jembatan Nabar menuju perladangan Rambah Ingul, perkerasan dari Jembatan Nabar menuju Titi Lau Beteneng, pembangunan plat beton Lau Geroh-goh dan Lau Gamber, pembukaan jalan Lau Beteneng ke juma Deleng dan sebagainya. 

Hal ini dilakukan untuk memperlancar jalur sarana transportasi  menuju sentra produksi, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara merata. Karena selama ini warga mambawa hasil pertanian dari Ladang ke Desa menggunakan Toyota Hartop dan sekarang sudah bisa menggunakan kendaraan Truk Cold Diesel untuk dijual ke pasaran.

"Kegiatan fisik Dana Desa turut melibatkan TPK antara lain, Winu Saputra Sitepu,  Andan Panjaitan, Sepin Surbakti, Junius Sembiring, Elli Sastra Kembaren, dan bendahara Tetti Redanita Kaban,” ungkap Adil Sebayang. *PRO


Share it:

daerah

Destinasi

Kolom SKPD

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

Medan-Hariancentral.com: