TIGANDERKET-hariancentral.com:  Abdi Ginting alias Suka (37) warga desa Narigunung II  Kecamatan Tiganderket, tewas kena tikam teman sekampung sendiri gara-gara faktor sakit hati. Peristiwa ini terjadi Kamis (2/2) sekitar pukul 08.00 WIB di jalan umum  desa Narigunung II.
Informasi yang dihumpun harianentral.com dari Kapolsek Payung AKP.Sopar Budiman didampingi Kanitreskrim Aiptu Bastanta Tarigan menjelaskan, tewasnya Abdi Ginting  akibat  dari pada luka tikam serius dibagian bawah leher, perut, bahu, tangan saat terjadi perkelahian dengan tersangka Candra Sembiring (29) yang juga warga desa Narigunung II.

Menurutnya, awal terjadi perkelahian antara korban dengan tersangka dipicu karena hanya masalah Rapat Gapoktan 4 (empat) hari sebelum kejadian ini yang dilaksanakan di Losd desa Narigunung II. Sebelum rapat dilaksanakan, korban yang merupakan perangkat desa terlebih dahulu  mengumumkan bahwa akan ada dilakasanakan rapat Gapoktan kepada warga  di losd desa Narigunung II.

Kemudian, korban juga mengajak  tersangka  yang sedang duduk minum  di Kedai Kopi milik Pinal Sebayang bersama teman lainnya. Lantas korban berkata, ”Eko rapat ndai, ula kari la ka ko kari dat dana Gapoktan  “dialek bahasa Karo. Artinya,” Ayo kita rapat tadi, jangan nanti kalian nggak dapat dana Gapoktan.”

Jangka waktu 4 hari kemudian, tepatnya Kamis (2/2) sekitar pukul 08.00 WIB tersangka Candra Sembiring sedang duduk di teras rumahnya sendiri memandang/menghadap ke jalan raya.  

Namun korban Abdi Ginting lewat mengendarai sepeda motor. Tepat  di depan rumah tersangka, korban  tidak senang dilihat/ dipandang   oleh tersangka Candra Sembiring. Lalu korban berkata, ”engkai maka ninmu aku, kunteki ko kari, mate tem kutimai ko kari juma dialek bahasa Karo”. Artinya, kenapa kau lihat-lihat aku, ku hantam kau nanti, mau mati kau ku tunggu kau nanti di ladang,” ucap korban.

Karena merasa sakit hati perkataan  yang dilontarkan korban, maka pelaku tersangka langsung naik darah. Dengan spontan  tersangka mengambil pisau atau parang dari dalam rumahnya, lalu menyerang korban secara membabi buta dengan pisau atau parang. Sehingga, korban Abdi Ginting tersungkur bersimpah darah, akibat  luka  tikam atau bacok serius. 

Selanjutnya, korban  Abdi Ginting  sempat dilarikan ke Puskesmas Tiganderket guna melakukan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan  akhirnya tewas. Setelah tewas, korban juga dibawa ke RSU Kabanjahe guna dilakukan diautopsi dan selanjutnya dibawa ke desa Narigunung II.

Masih kata AKP.Sopar Budiman mengatakan, setelah kejadian  tersangka  Candra Sembiring  sempat melarikan diri dan bersembinyi di ladang-ladang  di sekitar desa Narigunung II. 

Berselang waktu 2 (dua) jam  setelah kejadian,  akhirnya  anggota Polsek Payung yang dipimpin Kanitreskrim  Aiptu Bastanta Tarigan   berhasil  menangkap  tersangka  dan dibawa serta diamankan ke Polsek Payung beserta barang bukti pisau yang digunakan tersangka. 

Kemudian pada saat itu juga tersangka Candra Sembiring dikirim ke Polres Karo guna penyelidikan lebih lanjut. *PRO




Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: