TEKS FOTO: Pemusnahan narkoba di Mapolres Langkat

STABAT-hariancentral.com: Kepolisian Resort Langkat memusnahkan berbagai barang bukti tindak pidana narkotika. Pemusnahan barang haram tersebut dilakukan di halaman Jananuraga Mapolres Langkat, Rabu (25/1).

Sebanyak 517 butir pil ekstasi, yang disita dari pelaku OM alias Oka (22) warga Dusun II Kuning Desa Baja Kuning Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, dimusnahkan dengan cara dibelender.

Sementara itu, narkotika jenis sabu seberat 23,8 gr yang disita dari pelaku AP  alias Putra (33), warga Tanah Timbul Kelurahan Batang Serangan Kabupaten Langkat, beserta 90 gr sabu, yang disita dari pelaku Muntazir (26) warga Kalibata RT/RW 001/005, Desa Kalibata, Kecamatan Pancoran Kabupaten Jakarta Selatan, juga dimusnahkan dengan cara dibelender.

Khusus narkotika jenis ganja sekitar 21, 8 Kg merupakan barang bukti dari pelaku ML alias Mul (24) warga Desa Kumbang Keupula Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie NAD, dimusnahkan  dengan cara dibakar.

Begitu juga dengan barang bukti yang disita dari  pelaku Alfi (33) warga RT 09/RW 03 Desa Pasar Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Ujung Rokan Prov Riau, sebanyak 2,8 Kg daun ganja kering turut dibakar.

Pemusnahaan berbagai barang bukti tindak pidana narkotika tersebut dilakukan oleh Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Sholicin diwakilkan oleh Waka Polres Langkat Kompol B Panjaitan, perwakilan Badan Narkotika Nasional Langkat Kompol Ediyanto selaku Kasi Berantas, Humas Pengadilan Negeri Stabat Safwanuddin Siregar SH MH, dan perwakilan kejaksaan.

Wakapolres Langkat Kompol B Panjaitan didampingi Kasat Narkoba Polres Langkat AKP Supriyadi Yantoto SH disela pemusnahan menjelaskan, barang bukti tindak pidana narkotika tersebut dimusnahkan setelah mendapat persetujuan dari pihak pengadilan dan kejaksaan.

Setelah kita mendapat persetujuan dari pihak pengadilan dan kejaksaan, baru lah kita lakukan pemusnahan ini. 

"Terhadap para pelaku dipersangkakan dan diancam dengan pasal 114 (2) Subs pasal 112 (2) UU RI Nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 8 Miliar," ungkap Kompol B Panjaitan. *RED



Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours