Petani Bawang Di Karo Lesu, Harga Bawang Murah

Share it:

TEKS FOTO: Bawang Merah di Tiganderket harus dirambing karena tidak ada pembeli. *hariancentral.com-proklamasi ginting


TANAH KARO-hariancentral.com: Dalam  waktu  sebulan belakangan ini, harga bawang merah terus anjlok di tingkat petani mencapai  Rp 8.000 hingga Rp 10.000/kg. Pada hal pada bulan Desember 2015 dan Januari 2016 adalah merupakan panen besar produksi bawang merah di Karo.

Bahkan bawang merah yang telah dipanen petani  terus  menumpuk  di ladang, karena  tidak ada pembeli yang datang menawarnya. Para petani terpaksa mendirikan tenda di tengah ladang/persawahan untuk menyelamatkan bawang yang telah dipanen sebelum laku terjual kepada pembeli. Bawang harus diikat (dirambing) dan digantung di dalam tenda/gubuk yang didirikan agar dapat selamat dari kerusakan sebelum terjual.

Pada hal para petani telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak, sejak tanam hingga panen dan menyebabkan para petani mengalami  kerugian yang cukup serius. Antara lain, para petani bawang merah di Kecamatan Simpang Empat, Payung, Tiganderket dan Kutabuluh sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar di Karo.

Kami sekarang sudah lesu dan pening karena bawang tidak laku dijual,kata  Beru Ginting salah satu petani bawang warga desa Tiganderket ketika ditemui hariancentral.com Senin(16/01) di Tiganderket. Dia mengaku sangat bingung mengapa bawang merah tidak ada berani membeli walaupun harganya murah.

Walaupun harganya misalnya, Rp 10.000/kg bawang miliknya akan dijual,tetapi pembeli sama sekali tidak ada yang menawar. Kami tidak tahu lagi  bagaimana caranya agar bawang ini bisa  laku terjual,walaupun harganya murah, ungkapnya.

Senada itu diungkapkan Marga Sembiring (52), kami rata-rata petani bawang sudah mulai resah karena harga bawang murah bahkan tidak laku dijual. Untuk melanjutkan penanaman kembali,kami msih piker-pikir bila harga bawang terus seperti ini murah. Rata-rata petani musim panen besar kali ini tidak bisa mengelak dari kerugian yang cukup besar. "Sudah bawang murah, ditambah lagi untuk merawatnya hingga panen juga susah karena terserang penyakit daun kering," katanya. *PRO







Share it:

Central daerah

Ekonomi

Post A Comment:

0 comments: