TEKS FOTO: Kasipidum Kejari Medan, Taufik


MEDAN-hariancentral.com: Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat melimpahkan berkas perkara, sekaligus tersangka Budi Handoko dan Reza Pratama dalam kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 16 kilogram ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

"Benar, itu perkara yang ditangani BNN Pusat. Lalu tahap dua di Kejari Medan," kata Kasi Pidum Kejari Medan, Taufik, Rabu (25/1).

Taufik mengaku pihaknya akan menyusun berkas dakwaan agar perkara itu secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan.

"Kita tengah susun surat dakwaan. Kita tim dari Kejaksaan Agung dan Kejari Medan. Pokoknya segera dilimpahkan ke pengadilan," ucap Taufik.

Pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya Budi Handoko (24) penjaga gudang, karena kedapatan menyimpan 16 bungkus narkotika dengan berat total mencapai 16 kg. Sabu diambil di sekitar Stasiun Kereta Api Medan, atas perintah orang yang tak ia kenal.

Lantas, sabu dibawa ke kamar sebuah rumah di Jalan Setia Luhur, Gang Sendiri Nomor 144, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvitea. Budi dibekuk pada Rabu (14/9/2016), sekitar pukul 17.00 WIB.

Petugas mengembangkan kasus dan menangkap Reza Pratama (29) di sebuah hotel di Medan, pada hari yang sama. Kedua tersangka dititipkan Kejari Medan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. *RED 

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: