MEDAN-hariancentral.com: Pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon II Pemko Medan, Jumat (27/1) lalu dinilai hanyalah upaya Walikota Medan untuk mencari aman saja.

Pasalnya, menurut politisi dari Partai Gerindra Kota Medan Golfried Lubis (foto), tidak ada dari satupun pimpinan SKPD yang dikukuhkan ataupun dilantik tersebut memiliki kinerja yang sangat baik saat menjabat menjadi kepala dinas di instansi yang dipimpinnya saat itu.

“Kita melihat pelantikan dan pengukuhan pejabat SKPD Pemko Medan kemarin semua masih diisi oleh orang-orang lama. Artinya stok lama barang baru. Bedanya hanya bertukar posisi saja, dari Kepala dinas A menjadi kepala dinas B,” ujarnya.

Golfried juga menilai dalam hal ini, Walikota Medan, Dzulmi Eldin dinilai hanya mau cari aman saja. 

Contohnya saja, Kadis Pemukiman dan Tata Ruang yang sebelumnya kadis Tata Ruang dan Bangunan yakni Syampurno Pohan. Kita sudah mengetahui sepak terjangnya selama menjadi Kepala Dinas TRTB Kota Medan, saat itu sampai saat ini, masih banyak sekali bangunan-bangunan yang berdiri tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). 

Seharusnya, Walikota Medan mendudukkan kepala SKPD yang tegas dan berani untuk menindak berbagai pelanggaran maupun izin yang menyalah di Kota Medan.

Begitu juga dengan Dinas Pekerjaan Umum yang dulunya Dinas Bina Marga Medan, sampai saat ini saja kita melihat banyak sekali permasalahan  terutama proyek pembangunan drainase yang menjadi sorotan baik media massa dan lembaga swadaya masyarakat. Sudah banyak surat pengaduan yang masuk ke dinas PU Bina Marga terkait ketidak beresan kinerja Kadis PU Bina Marga yakni Sahyan Harahap. 

Namun oleh Walikota Medan masih tetap dipertahankan, kita patut mempertanyakan hal tersebut, ungkap anggota Komisi D DPRD Medan tersebut.

Sementara itu secara terpisah, Ketua DPC Gerindra Kota Medan, Bobby O Zulkarnain turut mengomentari  terkait pemilihan kepala SKPD Pemko Medan yang baru dilantik Jumat, tanggal 27 Januari 2017 kemarin. 

Bobby menilai adanya ketidak seriusan Walikota Medan untuk merubah kinerja SKPD Kota Medan dan terkesan pengangkatan kepala SKPD yang didominasi oleh orang-orang lama hanyalah tindakan balas budi saat mencalonkan kembali menjadi Walikota Medan saat itu, Senin (30/1/).

“Kita lihat, hingga saat ini masalah Podomoro City saja tidak bisa diselesaikan dengan baik, kenapa Kadis TRTB, Syampurno Pohan masih tetap diangkat menjadi Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Medan. Artinya, tidak ada yang dapat diharap banyak terhadap Syampurno Pohan dalam membawa perubahan di Kota Medan ini,” terangnya.


“Aneh saja memang, seolah tidak ada lagi pegawai negeri setingkat eselon II di Pemko Medan yang mampu menjadi Kepala Dinas, “pungkasnya. *RED
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: