Dosen Nommensen: Aksi 212 "Role Model" Keadaban Publik

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Jonson Rajagukguk SSos SE MAP (foto), Akademisi dari Universitas HKBP Nommensen merilis catatan positif dari aksi 2 Desember 2016, atau yang lebih dikenal dengan sebutan 212. Dosen Administrasi Negara ini menilai banyak hal positif yang bisa diambil dari aksi 212 untuk membangun keadaban publik (public civility).

"Aksi damai itu bisa berjalan dengan baik dan tidak ada cacat sedikitpun. Hal-hal yang dikhawatirkan, seperti bakal terjadi kekerasan, pengrusakan lingkungan dan unsur negatif lainnya sama sekali tidak terjadi," ungkap Jonson, Senin (9/1)

Menurutnya, adalah hak semua warga negara untuk melakukan aksi unjuk rasa dengan berbagai aspirasi.

Bahkan, unjuk rasa merupakan salah satu kontrol publik kepada pemerintah yang berkuasa. Dengan adanya aksi unjuk rasa yang beradab, maka berbagai praktek penyalahgunaan kekuasaan bisa dicegah sejak dini.

Atas dasar itu, Jonson menilai bahwa aksi unjuk rasa yang dilaksanakan dengam cara-cara beradab harus dibudayakan dengan baik.

Sebagaimana diketahui bersama, latar belakang unjuk rasa banyak ragamnya. Tetapi kalau sudah rakyat yang melakukan unjuk rasa dan bergerak secara natural, maka unjuk rasa itu benar dan baik serta bisa dijadikan sebagai kekuatan membangun demokrasi yang benar.

Hanya saja, kata Jonson, semua pihak harus tetap mengingat bahwa dalam melakukan aksi unjuk rasa yang benar haruslah tidak melakukan pengrusakan, menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga ketertiban bersama.

Jika itu dilakukan, maka keadaban publik  berada pada level yang lebih tinggi. "Dengan demikian kita  yang dikenal masyarakat yang punya adab, selalu dan tetap menjaga martabat sebagai warganegara yang peduli hukum (care of the law) dan aturan main (rules)," pungkasnya. *RED


Share it:

Medan

NEWS

Pendidikan

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: