TEKS FOTO: Perkerasan Jalan di Desa Buah Raya sangat memprihatinkan penuh lumpur. *hariancentral.com-proklamasi ginting.   


TANAH KARO-hariancentral.com: Proses pengerjaan pembangunan fisik Dana Desa di Karo terlambat akibat faktor cuaca hujan yang tidak mendukung. 

Di Kecamatan Kutabuluh ada sekitar 16 desa, diantaranya sekitar  10 desa jaraknya cukup jauh dari ibukota Kecamatan Kutabuluh. Dalam mengangkut bahan banguan, matrial untuk  pembangunan fisik harus menggunakan angkutan Toyota Hartop dari Kutabuluh yang jalannya belum diaspal masih jalan  batu atau tanah.

Apabila cuaca cerah tidak hujan baru bisa bahan bangunan diangkut beberapa kali langsir baru dapat sampai di desa. Hal ini membuat  Pejabat Kepala Desa, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menjadi kewalahan memikirkan, mengejar pengerjaan pembangunan fisik agar cepat selesai.

Pejabat Kepala  desa Kutamale  Nurihi br Singarimbun didampingi TPK Carles Perangin-angin  kepada hariancentral.com menjelaskan, jalan menuju desa sangat jauh,  sekitar 7 kilometer dari ibukota Kecamatan Kutabuluh. Pengerjaan pembangunan fisik maupun rabat beton sering terkendala akibat cuaca hujan dan jalan menuju desa berlumpur dan becek.

Adapun Kegiatan Dana Desa Silpa 2015 digunakan untuk pembuatan Rabat Beton Lau Diher, Penembokan badan jalan, Pergantian Atap Industri Raga Dayang dengan  Genteng Metal, Rehab Kantor Kepala Desa, Pembuatan Gorong-gorong Juma Berneh, Rabat Beton Paya Gugung. Kemudian  Dana Desa 2016 digunakan untuk pembangunan Rabat Beton Lau Riman, Rabat Beton Jalan Tampe-Tampe, Rabat Beton Juma Balik dan Uruk Dayang.

 Menurutnya, beberapa pembangunan fisik telah selesai dikerjakan dan sebagian masih tahap pengerjaan. Pengerjaan fisik sedikit terkendala akibat cuaca hujan yang terjadi secara menerus. 

"Mudah mudahan Januari ini semua fisik yang dikerjakan dapat selesai dengan baik, bila cuaca mendukung," katanya.

 Di tempat  terpisah, Pejabat Kepala Desa Buah Raya Krisman Sembiring Kembaren juga mengatakan, pengerjaan  fisik, seperti perkerasan jalan  sebanyak 4 paket  masih terkendala akibat cuaca hujan yang tidak bersahabat. 

Adapun penggunaan Dana Desa 2016 antara lain,  Perkerasan Jalan  Juma Barong sepanjang 1000 meter, Perkerasan Jalan Liang Lupik sepanjang 500 meter, Perkerasan jalan Simulgap 600 meter, Perkerasan jalan Kuta Tualah sepanjang 800 meter. 

Kemudian pembangunan Rabat Beton jalan rumah  sekolah sepanjang 116 meter, Rabat Beton jalan gang desa 100 meter, Pembuatan Gorong-gorong sebanyak 8 titik dan Dana Silpa 2015 digunakan untuk pencucian jalan usaha tani sepanjang 10 kilometer.

TPK  desa Buah Raya Wesli Sembiring menjelaskan, pengerjaan pembangunan fisik Dana Desa masih terkendala akibat cuaca hujan, membuat jalan berlumpur dan  becek sehingga susah dilalui angkutan pengangkut bahan matrial. 

Kadang kalau cuaca hujan, angkutan pengangkut bahan selalu terjebak  dalam lumpur  pada badan jalan, karena jalan tanah.  Hal ini menjadi salah satu factor membuat pengerjaan terlambat selesai dikerjakan. 

"Mudah mudah Pemerintah dapat memaklumi proses pengerjaan fisik terlambat selesai akibat cuaca ekstrim yang tidak mendukung saat ini," ujarnya. *PRO


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: