BI Dan Media Bermitra Tingkatkan Ekonomi Sumut

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Bank Indonesia (BI) dan media selalu bermitra untuk mendukung peningkatan ekonomi Sumatera Utara yang tahun ini diperhitungkan optimis melaju di atas nasional.
 
“Saya optimis ekonomi Sumut tumbuh positip,” kata Difi Ahmad Johansyah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara yang efektif pada 22 Januari 2017 bertugas menjabat Kepala BI Jawa Timur di Surabaya. Difi mengatakan hal itu pada acara silaturahmi perpisahannya dengan wartawan di Medan Selasa (17/1).
 
Hadir di sana penggantinya Arief Budi Santoso yang sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Yogyakarta, Deputi Kepala BI Sumut Harreis Meirizal, Kepala Perwakilan BI Mamuju Dadal Angkoro, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Dibyo. Kedua pejabat itu akan serah terima jabatan Jumat (20/1) di kantor BI Jalan Balai Kota Medan dihadiri Deputi Gubernur Ferry W.
 
Difi menyebut ia sendiri di Medan sudah 2 tahun 11 bulan, persisnya menjabat di Sumut sejak 1 Maret 2014. Di Surabaya sebenarnya Difi sudah serah terima efektif 11 Januari 2017.
 
Difi mengaku bertugas di Medan termasuk lama, hampir menyamai masa kepemimpinan Romeo Risal. “Selama di Medan saya sangat menikmati kedinasan di sini, banyak sekali pertanyaan wartawan yang gampang dan susah. Sangat terbantu dalam sosialisasikan pekerjaan BI,” kata Difi.
 
Ia mengaku dalam enam bulan ke depan, sampai Juni 2017, ia masih sering ke Medan karena keluarganya masih di Medan, menyelesaikan habis semester sekolah anak-anaknya. “Saya sendiri orang Melayu sehingga tak asing dengan Medan,” jelas Difi.
 
Namun ia sedikit kecewa ketika meninggalkan Medan ternyata pada Desember 2016 inflasi Sumut tinggi melebihi nasional. “Hanya karena cabe merah, inflasi di sumut tertinggi nasional,” katanya.
 
Daerah lain, harga cabe juga meningkat, sementara di Sumut dalam minggu ini harga cabe menurun, terlebih cabe rawit yang anjlok jadi Rp25.000 per kg dari sebelumnya Rp60.000 per kg. Ada beberapa daerah yang minta kalau bisa beli cabe dari Sumut. “Kita optimis pertumbuhan ekonomi Sumut di atas nasional dan inflasi bulan ini bisa di bawah nasional,” katanya.
 
Menurut Difi, Sumut pernah meraih inflasi terbaik pada tahun 2015 yakni terendah nasional, nomor nomor 2 di bawah terendah setelah Sumbar. “Kita ingin jadikan Sumut acuan di Indonesia,” katanya.

Menjelang Imlek
 
Difi menyebut BI dan perbankan tetap menyediakan penukaran uang pecah menjelang tahun baru Imlek yang jatuh pada 28 Januari 2017.Uang Non Tunai
 
Tahun ini BI tetap menggerakan uang non tunai pada setiap transaksi pembayaran. Hal ini untuk mempermudah pembeli dan penjual, sebab jika transaksi ada kembaliannya maka pedagang agak repot mengembalikan pecahannya.
 
Selain itu juga mempertegas agar selalu menggunakan mata uang rupiah yang merupakan lambang kedaulatan RI. “Kita juga tetap berupaya meningkatkan kesegaran uang baru di masyarakat,” ujarnya.
 
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut yang baru Arief Budi Santoso mengatakan akan meneruskan strategi yang dibuat Pak Difi. “Langkah-langkah yang dibuat Pak Difi selama ini akan saya lanjutkan,” kata Arief.

Arief juga mengajak media untuk bekerjasama karena tanpa bantuan dari media suatu proses pembangunan tidak akan berjalan baik. “Dukungan teman-teman media sangat baik. Kami harapkan dukungan kita semua,” katanya. 

Pada acara itu, wartawan juga mengulosi Pak Difi dan mendoakan agar amanah dan berhasil di tempat tugas barunya di Surabaya. *PUL
Share it:

Ekonomi

Medan

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com