Skip to main content

Bersepeda Keliling Indonesia, Kakek 73 Tahun Temui Gubsu, Kang Andik Bawa Misi Penyelamatan Hutan

  TEKS FOTO: Kang Andik bersalaman dengan Gubsu HT Erry Nuradi


MEDAN-hariancentral.com: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mengapresiasi semangat dan tekad Raden Andik Jaya Prawira, kakek 12 cucu yang berkeliling Indonesia membawa pesan penyeleamatan hutan.

Apresiasi itu disampaikan Gubsu saat menerima kehadiran pria yang biasa disapa Kang Andik di Ruang Kerjanya, Kantor Gubsu,  Rabu (11/1). “Selamat datang di Sumatera Utara. Tetap semangat ya Pak, jaga kesehatan, terimakasih sudah mendukung upaya penyelamatan dan pelestarian hutan,” ujar Gubsu menyambut hangat kehadiran Kang Andik. Gubsu salut dengan apa yang dilakukan Kang Andik, bersepeda keliling Indonesia sejak 16 September  2014.

Gubsu mengatakan, Kang Andik patut menjadi inspirasi karena meski di usia senja, kakek berusia 73 tahun ini sanggup melakukan perjalanan jauh dengan hanya bersepeda. Terlebih lagi membawa pesan pelestarian lingkungan, menurut Gubsu Erry, upaya Kang Andik tersebut sangat positif bagi gerakan penyelamatan hutan di Indonesia.

Sumatera Utara merupakan Provinsi ke 27 yang didatangi lulusan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) ini. Sejauh ini Kang Andik sudah menjejaki 333 kabupaten, dimana setiap daerah yang dikunjunginya, Kang Andik berusaha menemui Gubernur/Bupati, Ketua DPRD/Sekwan dan pejabat Dinas Kehutanan maupun Kepala UPT Kementrian Kehutanan setempat.

Misi Rekor MURI

Kang Andik biasanya meminta tanda tangan mereka pada buku yang telah disiapkannya serta berfoto bersama para pejabat tersebut. Dia ditemani Ikatan Alumni  Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Awalnya saya hanya ingin menemui para alumni IKA SKMA di seluruh Indonesia dan memberi semangat para rimbawan untuk selalu semangat menjaga hutan tetap lestari,” kata Kang Andik yang kala itu didampingi Dewan Pembina Daerah IKA SKMA Sumut Pernando Tobing,  Ketua IKA SKMA Sukendra Purba,  anggota Fendi Siadari, Rony Matondang dan Roy Chaniago. Selain kampanye pelestarian hutan, perjalanan Kang Andik juga bertujuan menjalin silahturahmi dengan para alumni SKMA.

Kang Andik memiliki kepedulian akan pelestarian hutan karena menurutnya hutan sangat penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi. “Hutan harus kita lestarikan karena penting bagi seluruh umat manusia, demi anak cucu kita,” katanya.

Selain itu, Kang Andik juga memiliki misi memecahkan rekor MURI sebagai Lansia pertama yang mengelilingi nusantara dengan bersepeda.

Dari Aceh ke Sumut

Kang Andik menceritakan, ia telah berhasil singgah di 128 Kabupaten/Kota di Jawa – Bali dengan waktu tempuh selama 271 hari dengan jarak tempuh 6.000 km. Lalu Kang Andi masuk ke NTB – NTT selama 105 hari dengan 29 Kabupaten/Kota yang tersinggahi dalam jarak tempuh  7.900 km, terdiri dari 4.500 km darat dan 3.400 laut.

Menyempurnakan kunjungannya ke kawasan timur, Kang Andik juga menyempatkan diri masuk ke negara tetangga Timor Leste, dari Motoain sampai ke Balibo. Di Sulawesi, suami dari putri Dayak Melly Gumer Binti ini menghabiskan waktu selama 135 hari, mengunjungi 77 (dari 80) Kabupaten/Kotadengan jarak tempuh 8.900 km darat.

Di wilayah Maluku Utara Kang Andik mengunjungi 4 Kabupaten/Kota, di Papua Barat – Papua ia mengunjungi 13 Kabupaten/Kota dan Maluku 1 Kabupaten/Kota. Kunjungannya ke Kalimantan dimulai dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat, melewati semua Kabupaten/Kota, kecuali 1 Kabupaten yaitu Kabupaten Sukamara di Kalimantan Tengah. Semua propinsi di Kalimantan dilewati dengan jarak tempuh 6.800 km.

Dari Kalimantan Kang Andik menuju Kepulauan Riau (Kepri), mengunjungi Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang. Dari Kepri Kang Andik terbang menuju Aceh dan melanjutkan  ke Sumatera Utara, Riau, lalu ke Sumbar dan seterusnya ke selatan hingga Lampung dan akhirnya kembali ke Banten. *RED


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…