Sutrisno Pangaribuan: Rakyat Tidak Butuh Uang Transportasi

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, Senin (19/12) mengatakan, rakyat di daerah pemilihannya tidak membutuhkan uang transportasi yang dibagi-bagikan anggota dewan saat melakukan reses. Namun warga membutuhkan perhatian pemerintah untuk menyentuh pembangunan sumber daya manusia dan pembangungan infrastruktur.

"Saya tidak ingat persis berapa kali melakukan reses, tetapi saya pasti ingat bahwa baru kali ini, saya diberi hasil pertanian oleh Rakyat. Rakyat memberi pulut dan gula aren, hasil olahan para petani. Saya terharu, ini sungguh tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," katanya.

"Banyak orang berpikir bahwa jika bertemu dengan rakyat, harus membawa atau memberi sesuatu. Hingga kemudian teman- teman saya harus mempersiapkan uang transport ketika reses. Berbeda dengan saya, dimana sebelumnya kepada rakyat didaerah pemilihan,  saya sudah menjelaskan, meskipun ada anggaran transportasi, saya tidak menggunakannya". 

"Saya kembalikan ke kas daerah. Saya tidak mau rakyat terbiasa menerima uang. Kenyataan yang saya dapati, mereka tidak butuh uang transport, mereka butuh diurus pemerintah. Saya berjanji mengurus usulan rakyat," ungkap Sutrisno.

Menurut Sutrisno,  mereka begitu tulus   dan sangat sederhana. Mereka mengharapkan Pemerintah serius mengurus rakyat, mengurus mereka. Pada kesempatahn tersebut Sutrisno berpesan  agar rakyat jangan menerima uang disetiap pemilu, agar mereka yang dipilih kelak jangan korupsi.

Sebagai wakil Rakyat Sutrisno merasakan  sukacita dipilih dan terpilih tanpa membayar satu suarapun, sehingga tidak ada beban dan sampai saat ini juga  tidak pernah memberikan uang kepada mereka yang memilihnya. Karena kepercayaan rakyat inilah yang membuatnya  selalu marah, kesal bahkan sering memberontak, ketika menemukan oknum pejabat  khususnya para anggota Legislatif yang diberi tugas mengurus rakyat malah lebih suka mengurus diri sendiri

"Saya pulang membawa banyak usul dari rakyat di Kampung Galanggang, Desa Haunatas Damparan, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan. Saya juga dibekali dengan pulut dalam hadangan namarihot ( sebuah wadah yang memiliki ikatan ), agar saya selalu mengingat Bona Bulu Galanggang, dengan gula aren, agar hubungan yang sudah terbangun tetap manis," katanya. *RED

Share it:

Medan

NEWS

Wakil Rakyat

Post A Comment:

1 comments:

  1. Halo,
    Ini adalah untuk memberitahukan masyarakat umum bahwa Mrs Jane Alison, pemberi pinjaman pinjaman swasta memiliki membuka kesempatan keuangan untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman pada tingkat bunga 2% untuk individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan mudah dipahami. hubungi hari ini kami melalui e-mail sehingga kami dapat memberikan persyaratan pinjaman dan kondisi di: (saintloanss@gmail.com)

    ReplyDelete

Iklan Layanan Masyarakat

Medan-HarianCentral.com: