Rayakan Natal 2016: Pemuda Merga Silima Tempat Semua Pemeluk Agama

Share it:





TEKS FOTO: Ketua Umum DPP PMS Mbelin Brahmana menyalakan lilin Natal. DPP PMS, DPD PMS dan undangan foto bersama. Barisan prosesi perayaan Natal saat memasuki ruangan.*hariancentral.com-Syamsul Bahri Star.

MEDAN-hariancentral.com: Pemuda Merga Silima (PMS) se-Indonesia melaksanakan perayaan Natal 2016 di Balai Zekita Jalan Jamin Ginting KM 13 Medan Tuntungan, Kamis (29/12/2016). 

Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum DPP PMS Mbelin Brahmana beserta unsur pengurus lainnya, Ketua DPD PMS Sumut Paham Sebayang SE, Gubsu diwakili Edi Purba SE, mewakili Wakapolda Sumut Kompol SM Tarigan, mewakili Walikota Medan Marihot Tampubolon selaku Kadis Pencegah dan Pemadam Kebakaran, Ketua SPSI Sumut, Ketua SPSI Deliserdang King Hok Brahmana, Camat Medan Tuntungan dan pengurus DPC, PAC dan anggota PMS. Doa pembukaan dimulainya acara dipimpin Pastor A Gurusinga yang dilanjutkan dengan lagu-lagu rohani.

Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh MA dalam kotbahnya antara lain mengingatkan, kesatuan yang utuh adalah yang didoakan Tuhan. Namun dia mengingatkan, jangan-jangan Pemuda Merga Silima yang bisa mendudukkan Pastor dan Pendeta pada perayaan Natal kali ini. Kedepannya, Pendeta mengharap kiranya PMS dapat mendudukkan bersama tidak hanya Pastor dan Pendeta, tapi juga hendaknya Ustadz maupun Biksu.

Melihat disini, Ketua Moderamen GBKP ini meyakini statemen PMS ada tanda-tanda perubahan dengan paradigma baru dalam Kebhinekaan kita berbangsa dan bernegara. Kita tahu kesatuan kita saat ini sedang digoncang. Namun PMS diharapkan bisa mempasilitasi karena PMS bukan hanya Kristen, tapi ada Muslim, Katholik dan sebagainya.

Hal ini juga dilihatnya dari kehadiran undangan baik Gubsu, Kapoldasu, Pangdam, Walikota maupun yang lainnya biasanya hadir setelah selesai ibadah. Tapi disini undangan sudah hadir dan duduk bersama saat ibadah berlangsung.

Pada kesempatan itu, Pdt Agustinus Pengarapen Purba menguraikan tentang kelahiran Yesus Kristus dan masa anak-anakNya, masa remajaNya hingga dimasa dewasaNya maupun pengabdianNya hingga Dia disalipkan. 

Yesus berdoa agar gereja-gereja di dunia tetap bersatu. Bukan tidak ada kuasaNya, tapi memberi kebebasan kepada manusia yang pada akhirnya terjadi perpecahan. “Persatuan sangat rentan dengan perpecahan". 

Sehingga diyakini PMS punya cita-cita mempersatukan Karo lebih baik melalui “Merga Silima, Tutur Siwaluh, Rakut Sitelu,” kata Pdt Agustinus Purba seraya memberi apresiasi baru kali ini PMS merayakan Natal selama berdiri sekaligus melakukan penggalangan dana untuk pengungsi erupsi Sinabung. Organisasi ini, katanya, akan besar kalau ada perhatian terhadap yang kecil. Karena organisasi ini alat Tuhan untuk mempersatukan cinta kasih.

Gubsu T Erry Nuradi melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Edi Purba SE menekankan melalui perayaan Natal tercermin kemauan PMS melakukan pengamalan karena Natal merupakan pristiwa kelahiran Yesus untuk perdamaian menyangkut harkat dan martabat manusia melalui pengetahuan. Melalui perayaan Natal untuk dorongan meningkatkan semangat. Dapat melakukan perubahan kearah lebih baik.

Kompol SM Tarigan mewakili Wakapoldasu memberi apresiasi kepada PMS dalam melakukan kegiatan positif. Kepada pemuda Karo dimintanya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna. PMS adalah ormas yang banyak memberi dari pada menerima.

Walikota Medan diwakili Marihot Tampubolon memberi apresiasi kepada PMS yang turut membantu pengungsi Sinabung. Diajaknya tugas kita bersama-sama menjaga kondusif Kota Medan sebagai Kota Heterogen. “Yesus lahir untuk juruselamat dan Selamat Hari Natal bagi PMS,” ujar Tampubolon.

Ketua Umum DPP PMS Mbelin Brahmana berharap dalam kehadiran pada perayaan Natal 2016, dia tidak memberi salam dan menyapa tapi hati kita bersatu. “Kekompakan kita dapat lebih baik ke depan, karena kita cinta NKRI yang sudah merupakan paku mati. PMS tidak membeda-bedakan  Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Saudara-saudara kita di PMS tidak hanya Kristen. Perayaan Hari Besar Islam seperti Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad pun nanti akan kita adakan juga. Sebab didalam PMS ada Kristen, Islam, Katolik dan lainnya tapi bersatu dalam wadah Pemuda Merga Silima. Dilanjutkan Sekretaris Umum DPP PMS Drs Bengkel Ginting MSi yang mengingatkan bahwa PMS organisasi kultur berbasis kebudayaan dan sebagai Jambur semua agama. Sudah berbadan hukum di Kementerian Hukum dan HAM.

Turut memberi kata sambutan Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Natal, Roy Andika Ginting dan mewakili BMK, Jesaya Tarigan. Dikesempatan itu panitia memberi cendera mata berupa “Uwis Beka Buluh” kepada Ketua Umum DPP PMS, Ketua DPD PMS dan Pendiri PMS. *STAR-UBR

Share it:

Medan

NEWS

RAGAM

relgius

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa Kramat Sukoharjo Koramil 0824/16 Tanggul Dampingi Pembangunan Bak Penampungan Air Bersih

JEMBER-hariancentral.com: Kondisi cuaca kemarau ini mulai ada upaya beberapa daerah ketinggian untuk berbenah dalam pengelolaan air...