Pengerjaan Huntara Pengungsi Sinabung Lamban

Share it:

 Teks Foto: Lokasi Huntara dijadikan tempat mengangon lembu. *hariancentral.com-proklamasi ginting

KARO-hariancentral.com:  Hunian Sementara (Huntara) bagi pengungsi Sinabung di Karo, hingga saat ini belum juga dikerjakan. Pemerintah Kabupaten Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus memikirkan dampak buruk bagi kehidupan pengungsi yang telah lama tinggal di dalam tenda darurat.

Khususnya, warga pengungsi asal desa Mardingding  yang berada di posko Gudang Konco Terong Peren  Kecamatan Tiganderket, dimana ada sekitar 200 KK  yang telah lama tinggal hidup di dalam tenda darurat ukuran  3X6 meter yang dibangun Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Namun sekitar 67 KK lagi memilih tinggal untuk mengontrak rumah diluar posko tersebut.

Marga Singarimbun (60) pengungsi warga desa Mardingding pada Kamis (01/12) kepada hariancentral.com menjelaskan, pembangunan Huntara bagi pengungsi di Gudang Konco perlu  disegerakan, karena para pengungsi sudah berharap agar Huntara dipercepat, mengingat kondisi tenda tempat mereka tinggal sudah buruk dan bocor. 

Sudah lebih setahun kami hidup menempati tenda itu dan sekarang sudah buruk dan bocor bila terjadi hujan. Barang-barang kami yang ada di dalam tenda seperti pakaian sudah sering basah diterpa hujan. Untuk menghindari pakaian basah, kami terpaksa menampung air hujan di dalam tenda menggunakan ember atau baskom.

Menurutnya, pada hal beberapa bulan yang lalu Pemerintah Kabupaten Karo melalui BPBD telah menyewa  dan membayar  sewa lahan Huntara disebelah posko tersebut sebanyak tiga lokasi berdekatan. 

Salah satu lokasi tersebut sudah selesai dikerjakan dengan meratatakan tanahnya dengan menggunakan alat berat. Setelah selesai diratakan, pembangunan Huntara terbengkalai begitu saja hingga sekarang. Lokasi tersebut juga telah tumbuh rumput tebal, sehingga ada warga sekitar menjadikan lokasi itu untuk tempat mengangon lembu dan sebagai tempat lapangan bola volley  bagi anak-anak pengungsi setiap sore.

Senada dengan itu, beru Sembiring juga menuturkan, bahwa  pembangunan Huntara mohon dipercepat, karena kami hidup di dalam tenda    beralaskan tanah lebih setahun, sudah barang tentu  akan mengalami  penyakit, terutama  masuk angin dan sesak nafas dalan lain sebagainya, tuturnya. *PRO



Share it:

daerah

Kolom SKPD

NEWS

Post A Comment:

0 comments: