Skip to main content

Pembunuh Dosen UMSU Dituntut Seumur Hidup, Keluarga Terdakwa Tersinggung Perkataan Jaksa

MEDAN-hariancentral.com: Keluarga terdakwa Roymardo Sah merasa keberatan dengan salah satu pertimbangan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut tak ada alasan yang dapat memaafkan perbuatan Roymardo Sah yang melakukan pembunuhan secara berencana.

JPU Martias menuntut Roymardo dengan pidana penjara seumur hidup. Ia dianggap bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Nurain Lubis.

“Saya kecewa dengan ucapan jaksa tadi yang mengatakan tak ada alasan yang dapat memaafkan perbuatan adik saya. Sekeji-kejinya perbuatan adik saya, kiranya jaksa tak seperti itu perkataannya,” kata kakak kandung Roymardo, Yos Rafika yang tampak menyendiri usai menyaksikan sidang tuntutan, Kamis (29/12/2016).

Eka Handayani selaku penasihat hukum Roymardo beranggapan, tuntutan jaksa mengenakan Pasal 340 KUHPidana, sulit diterima. Sebab, dari sejumlah fakta persidangan, jaksa tak mampu membuktikan perbuatan Roymardo secara berencana.

“Saya tadi terkejut, hukumannya seumur hidup. Pasal 340 juga saya rasa kurang tepat. Kalau nanti vonisnya juga seumur hidup kita akan banding. Tapi, kalau di bawah seumur hidup, kita terima,” ucapnya usai sidang.

Sementara, Namira Rizky Lubis yang merupakan anak kandung Nurain Lubis menerima tuntutan seumur hidup yang dilayangkan jaksa. Namun, permintaan maaf dari keluarga Roymardo yang sungguh ia sesalkan. Sebab, setelah lamanya peristiwa pembunuhan ibunya terjadi, permintaan maaf diucapkan keluarga Roymardo diungkapkan ketika di persidangan.

“Tuntutan seumur hidup, saya rasa cukup puas. Tapi, kenapa keluarga terdakwa terlalu lama meminta maaf kepada kami, dan itu pun terucap di persidangan belakangan ini,” ujar perempuan berjilbab merah ini yang kebetulan telat mengikuti persidangan. *RED

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…