Skip to main content

Pelanggan PDAM Tirtanadi Merasa Ditipu

 MEDAN-hariancentral.com: Komitemen PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan dalam mengatasi keluhan pelanggan terkait membengkaknya jumlah tagihan air patut dipertanyakan. Meski masalah ini sudah berulang kali terjadi, namun pihak PDAM Tirtanadi justru terkesan belum memiliki komitmen untuk memperbaikinya.

Hal ini terbukti dari terulangnya kesalahan dalam pencatatan jumlah penggunaan air di meteran dengan struk tagihan di PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan. Perbaikan kinerja praktis hanya dilakukan dalam beberapa bulan pasca keluhan disampaikan.

"Gini ajalah contohnya, Bang, beberapa bulan lalu aku kena Rp 25.000, setelah dicek ternyata kena cuma belasan ribu. Lalu bulan berikutnya aku hanya disuruh bayar abonemen. Eh, rupanya terulang lagi pembengkakan ini. Setelah saya cek di meteran dan struk tagihan, memang berbeda. Kita merasa ditipu jadinya," kata Charles, seorang pelanggan.

Nasib serupa juga dialami Sarinem (66), warga Jalan Jemadi Kelapa I, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur. Dia mengeluh ketika hendak membayar tagihan air untuk bulan September 2016 di PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan.

"Biaya tagihan mencapai Rp 680.500 untuk bulan September. Padahal mulai dari Oktober 2015, biaya tagihan per bulan ibu Sarinem paling tinggi hanya Rp 30.000," jelas Direktur Pusat Studi Pelayanan Masyarakat (Puspemas) M. Taufiq Hidayah Tanjung, yang mendampingi Sarinem.

Sementara ketika awak media coba untuk mengklarifikasi persoalan tersebut, Kepala Cabang PDAM Tirtanadi belum bisa ditemui. Begitu juga dengan bagian umum yang tidak bersedia ditemui.

"Kepala cabang lagi rapat, kalau bagian umum tidak bisa diganggu, lagi banyak kerjaannya. Kalau mau ditunggupun belum tau sampai jam berapa mereka bisa," kata Zainal Arifin satpam PDAM Tirtanadi. *RED
Attachments area

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…