Mengadu ke DPRD Medan, Demo Pedagang Pasar Timah Merasa Ditipu PT KAI

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Seratusan massa yang mengatasnamakan Forum Pedagang Pasar Timah Kota Medan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Senin,(19/12).

Massa yang merupakan warga Jalan Timah dan para pedagang di pasar Timah telah menjadi korban penggusuran proyek PT KAI. Mereka meminta dukungan dari para wakil rakyat terkait adanya penggusuran pemukiman warga dan  pedagang pasar timah yang selama ini telah dipermainkan oleh Pihak PT KAI dan dimanfaatkan oleh pengembang hitam (Mafia) yang mendompleng  proyek Nasional pembangunan double track Kereta Api.

Warga Jalan Timah dan para pedagang pasar Timah tersebut menyebutkan, program PT KAI menggusur warga yang telah tinggal menetap dengan cara menyewa belasan tahun disekitar rel kreta api tanpa adanya ganti rugi yang layak.

Mereka berdalih 12 meter dari pinggir rel As Rel Kereta Api harus steril atau bersih dari bangunan double track ternyata saat ini telah didirikan bangunan bertingkat  tinggi di Pinggiran Rel Kereta Api yang merupakan sisa lahan pembangunan doble track.

“Kami warga dan pedagang tradisional pasar Timah merasa ditipu, kami digusur dan diminta untuk mengosongkan 12 meter areal pinggir rel, katanya untuk pembangunan doble track. Namun kenyataannya, pengembang memanfaatkan kondisi ini dengan membangun gedung tinggi pada sisa lahan PT KAI tanpa ada izin dari pihak Pemko Medan, ada apa ini. Karena lahan tersebut merupakan asset pemerintah, kenapa pengembang hitam (Mafia) seenaknya melakukan pembangunan dan Pemko Medan terkesan tutup mata," teriak koordinator aksi Tondy A Nasution.

Ditambahkan, bahwa sampai saat ini, mereka (warga dan para pedagang) masih tetap menolak rencana revitalisasi yang akan dilakukan oleh Mafia hitam tersebut, apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit dirasakan oleh para pedagang tradisional pasar Jalan Timah Medan. 

Apalagi, rencana revitalisasi tersebut disinyalir merupakan akal-akalan Mafia hitam untuk dapat mewujudkan keinginan mereka membangun gedung tinggi dengan mendompleng proyek dari PT KAI.

“Bahwa selama ini kami para pedagang terus berjuang untuk melakukan upaya penolakan revitasliasi pasar jalan Timah Kota Medan. Karena kondisi Pasar Timah tersebut masih aman, bersih, layak dan aman. Dan perlu kami sampaikan bahwa pasar Jalan Timah hanya beroperasi pada pukul 06.00 WIB s/d 13.00 WIB. Dan di pasar Timah juga terdapat dua saluran (paret besar) yang berfungsi sebagai aliran air dan limbah rumah tangga yang berada di seputaran jalan Asia,” tegas warga Jalan Timah Kota Medan yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut.

Massa dari Forum Pedagang Pasar Timah Kota Medan ini juga menduga adanya penjualan asset milik Negara pada sisa lahan pembangunan Double Track yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah. Dan ini dikuatkan dengan bukti beredarnya List Harga perkios dan Brosur yang disebarkan oleh Investor/Pengembang  kepada masyarakat luas.

Menjawab aspirasi warga masyarakat dan para pedagang  Tradisional Jalan Timah Medan tersebut, Anggota DPRD Kota Medan, Drs.wong Chun Sen Tarigan MPd tersentuh dan langsung mendatangi  massa yang melakukan aksi demontrasi didepan gerbang kantor DPRD Kota Medan.

“Saya dengan tegas mengatakan sependapat dengan saudara-saudara sekalian, bahwa kita menolak adanya pembangunan gedung bertingkat dengan alasan melakukan revitalisasi pasar tradisonal pasar Timah Medan. DPRD Kota Medan juga segera akan memanggil Walikota Medan untuk mempertanyakan permasalahan ini, agar diberi penjelasan secara rinci terkait pembangunan gedung yang tidak memiliki IMB. *RED

Share it:

Medan

NEWS

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

Medan-HarianCentral.com: