LPPM USU Gelar Pengobatan Massal Bagi Pengungsi Sinabung

Share it:
KARO-hariancentral.com: Kesehatan para pengungsi Sinabung sangat penting dilakukan pengecekan dan dilakukan pengobatan bagi yang mengalami  berbagai jenis penyakit. Mereka ini sangat rentan terkena penyakit akibat telah berlarut-larut hidup bersama di posko penampungan dampak erupsi Sinabung yang masih berkepanjangan.

Oleh sebab itu, Lembaga Pemberdayaan Pada Masyarakat (LPPM) USU Medan melaksanakan pengobatan massal secara gratis bagi seribu pengungsi Sinabung pada Minggu(04/12) pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di posko Gudang Konco Terong Peren Kecamatan Tiganderket.

Mereka  turut melibatkan para Dokter  Puskesmas dan Asisten Apoteker yang ada di Karo, untuk pengobatan massal itu. Kegiatan ini dibuka langsung secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Johannis Sitepu didampingi Tim dokter lainnya, seperti Kepala Puskesmas Tiganderket dr Dedy Antoni Pinem, Kepala Puskesmas Payung dr Freddy Sitepu, Kepala Puskesmas Singa dr Lenni br Sinulingga.

 Dari LPPM USU diketuai  Prof Tulus Vor Dipl Math MSi Phd serta Prof Dr Dra Irnawati Marsaulina MS, Dr dr Taufik Ashar MKM, Dr Surya Dharma MPH,  Drs Tukiman MKes, Drs Alam Bakti Keloko MKes, Nursiah Siahaan SH, Drs Eddy Syahrial MS, Dhani Syahputra Bukit SKM, Nuzuliati SE MSi, Petti Siti Fatimah SKM MKes, Putri Ramadhani SKM MKes, Nur Muhammad SKM, Yuni Marsela Tarigan SKM, Naisya Vitianoza SKM, dan Ina Muliani Harahap SKM.

Kadis Kesehatan Karo dr Johannis Sitepu mengatakan, didalam kehidupan yang perlu kita jaga adalah kesehatan. Jangan kita lupa untuk memakan  makanan 4 sehat 5 sempurna, makan serta minum secara teratur, rajin berolah raga, dan  menjaga makanan maupun lingkungan agar tetap bersih.

Dr dr Taufik Ashar kepada hariancentral.com menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa penyakit yang paling banyak dialami pengungsi adalah penyakit Dispepsia sebanyak 35 persen. Dispepsia adalah gangguan pada  saluran urea akibat mengkonsumsi makanan terlalu pedas serta stress, psikis akibat  tertekan di pengungsian selama lebih kurang 1,5 tahun. Penyakit Osteastritis sebanyak 25 persen, yakni   gangguan  nyeri sendi akibat usia yang  sudah lanjut. Penyakit Hipertensi sebanyak 20 persen, Saluran pernafasan (ISPA) sebanyak 10 persen, Diabetes  Malitus (DM) 5 persen dan Hiperkolesterol 5 persen. *PRO

Attachments area

Share it:

daerah

Kolom SKPD

NEWS

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: