LPPM UMSU Salurkan 30 % Dana Hibah Dikti

Share it:


MEDAN-hariancentral.com: Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyalurkan 30 persen dana hibah Dikti dari 29 proposal dosen. “Pancairan dana hibah tersebut diberikan bagi dosen yang memenangi penelitian Dikti 2015,” kata Rektor Dr Agussani MAP diwakili WR I Dr Muhammad Arifin Gultom di ruang rapat Lembaga Penjaminan Mutu di kampus tersebut Jalan Mukhtar Basri Medan.

WR I Dr Muhammad Arifin Gultom menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang memenangi hibah Dikti. Untuk itu dia berharap agar segera menyerahkan laporan lengkap penelitiannya kepada LP2M sebagai syarat untuk mencairkan sisa dana hibah tersebut. Sebelumnya rektor telah menyerahkan 70 persen dana penelitian kepada pemenang hibah di kampus Pascasarjana Jalan Denai Medan.

Arifin mengatakan 29 proposal pemenang hibah Dikti 2015 ini menambah daftar dosen yang menggeluti bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ke depan, lanjutnya, pihaknya akan mengarah menjadi kampus penelitian sehingga dapat mengubah budaya pendidikan pengajaran yang beorientasi pada penelitian pula. “Ini sejalan dengan perubahan regulasi Kemenristekdikti yang terbaru yakni menekankan pada penelitian,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk lulusan magister dan doktor harus menerbitkan karya ilmiah penelitian di jurnal terakreditasi dan jurnal internasional. Kebijakan ini sangat positif untuk menciptakan lulusan perguruan tinggi semakin bardaya saing.

Ketua LPPM Dr Muhammad Said pada kesempatan itu mengatakan, peluang universitas ini meraih dana hibah penelitian setiap tahun semakin meningkat, karena Dikti telah menambah kuota anggaran penelitian dan pengabdian pada masyarakat menjadi Rp10 miliar. 

“Penambahan itu menyusul Kemenristek Dikti menaikkan status LPPM kita menjadi cluster utama dari cluster madya dengan anggaran Rp2 miliar.,” ungkap Said.

Karenya Dr Muhammad Said mengajak para dosen meningkatkan minat meneliti, sehingga cita-cita universitas menjadi kampus yang unggul dibidang penelitian akan terwujud begitu juga mendorong orientasi pendidikan yang berbasis penelitian. “Kesiapan universitas ke arah sana telah diikuti para dosen ditandai dengan semakin banyak proposal penelitian yang lolos setiap tahun,” ujarnya.

Untuk itu, ke depan sekitar 500 dosen tetap diwajibkan melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Kebijakan itu ditegaskan rektor menyahuti arah pendidikan yang banyak mengalami perubahan yang mana kampus ini terus komit melaksanakannya. *PUL
Share it:

Kolom SKPD

Medan

NEWS

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: