9 Tuntutan Forum Komunikasi Dan Solidaritas Guru Kabupaten Karo, Terjawab

Share it:
 KABANJAHE-hariancentral.com: Belasan guru yang mengatasnamakan “Forum Komunikasi Dan Solidaritas Guru Kabupaten Karo” menggelar aksi untuk menuntut ketidak puasan pelayanan Dinas Pendidikan terhadap para kaum guru.

 Hal itu disampaikan di kantor Bupati Karo dan selanjutnya diarahkan untuk melakukan audiensi di ruang rapat kantor Bupati Karo, Selasa (13/12).

Adapun tuntutan tersebut 1. Guru selalu disibukkan dengan pemberkasan terus menerus sehingga proses belajar dan mengajar terganggu. 2. Setiap urusan kedinasan antara lain tentang mengeluarkan PAK dan pengurusan pangkat diikuti dengan pengutipan uang. 3. Berkas sering hilang di dinas pendidikan tetapi kalau didesak oleh guru ternyata urusan bisa diselesaikan dengan pembayaran. 4. Jam kerja dinas pendidikan tidak tidak tepat waktu. 5. Uang sertifikasi tidak sesuai dengan gaji pokok dan pencairannya tidak tepat waktu. 6. Dana bos setiap sekolah tidak transparan sesuai dengan undang undang dan juga siswa yang sudah pindah masih mendapatkan dana bos tetapi tidak diserahkan kepada orangnya. 7. Kalender pendidikan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat tanah karo. 8. Gaji guru dan tunjangan sertifikasi dipersulit. 9. Reformasi total dinas pendidikan kabupaten Karo agar dapat lebih baik.

 Namun persoalan itu yang mengharuskan para kaum guru harus turun melakukan aksi dikoordinir Caranta Perangin-angin, mendapat keterangan yang benderang setelah mendapat penjelasan dari pihak Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Kesannya, aksi tersebut hanya bersifat mis-komunikasi dan menurut Caranta Perangin-angin kepada awak media menjelaskan, dirinya bersama rekannya memperjuangkan hak-hak guru-guru lainnya menyangkut, berkas-berkas kenaikan pangkat, kekhwatiran tidak cairnya gaji. Namun menurut Caranta terkait gaji sudah melakukan pengecekan ke Bank dan hal itu sudah dicairkan ke rekening.

 “Terkait Sertifikasi rencananya tanggal 24 Desember ini akan mendapat pencairan dan keseluruhan tuntutan kita sudah dikabulkan bapak Bupati Karo, gak ada yang gak dikabulkan, semua dipenuhi,”tandasnya

Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan, Saroha Ginting mengibaratkan,”ban terkuak manuk nge terang wari atau akibat terang hari maka ayam berkokok, disitu kata kuncinya,” jelasnya. 

Menurut guru ini, gara-gara dia ribut baru gajian, sebenarnya ini mekanisme. Mekanismenya sudah jalan, namun begitu ada keributan mekanismenya sudah sampai. Jadi menurut saya, bukan karena diributi baru cair sertifikasi atau cair gaji, memang mekanismenya seperti itu karena gaji kita terlambat akibat adanya pergeseran anggaran.

Pergeseran anggaran antara para guru dan fungsional umum semua kita tampung di guru sehingga ada lebih, sementara tunjangan untuk fungsional umum mengakibatkan kurang. Dengan pergeseran itu harus kita tutupi dan demikian juga halnya masalah sertifikasi.

Untuk sertifikasi seperti halnya tahun kemarin, akibat tidak terpakai tentu menjadi silpa dan kembali masuk ke APBD pengeluarannya lewat P (Perubahan) juga.

Mengenai berkas hilang itu tidak ada, kalau kececer mungkin saja, akibat perpindahan kantor sementara yang pada saat ini sedang melakukan perbaikan dan hal itu tidak tertutup kemungkinan bisa tercecer,” tandas Saroha. *PRO
Share it:

daerah

Kolom SKPD

NEWS

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: