KARO, hariancentral.com: Anak-anak pengungsi Sinabung dalam menimba ilmu pendidikan di sekolah mereka selalu terganggu, karena dampak erupsi Sinabung yang masih berkepanjangan. Agar pendidikan  mereka tidak jauh tertinggal bila dibandingkan dengan rekannya  di sekolah yang tidak terkena bencana erupsi Sinabung.  

Tim Lembaga Pengabdian  Pada Masyarakat (LPPM)  USU  Medan memberikan Bimbingan Belajar Tambahan diluar pendidikan formal .

LPPM USU Medan ini memberikan bimbingan belajar tambahan bagi anak sekolah pengungsi Sinabung asal desa Mardingding Kecamatan Tiganderket selama  2 (dua) bulan  hingga Desember 2016. 

Pada acara pembukaan bimbingan belajar ini turut hadir Ketua dari LPPM USU Drs. Henry Rani Sitepu, M.Si, berserta tim, Dr. Open Darius Sembiring, M.Sc,  Dr. Mardiningsih, M.Si, Dr. Ely Rosmaini, M.Si, Dr. Pasukat Sembiring, M.Si,  Drs. Gim Tarigan, M.Si,  Drs. Marihat Situmorang, M.Kom,  Dra. Normalina Napitupulu, M.Sc, 

Kepala SD Negeri 045958  Mardingding Dalam Karo-Karo, para orang tua siswa dan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Karo Dameria br Ginting, S.Pd sekali gus membuka bimbingan belajar ini dengan resmi  di SD Negeri 040495 Jandimeriah Kecamatan Tiganderket.

Henry Rani Sitepu dalam sambutannya menjelaskan, mengingat  anak pengungsi Sinabung  terutama  pengungsi asal desa Mardingding selalu terganggu, karena  bencana erupsi Sinabung. Mereka ini sejak 2010 hingga sekarang dalam menimba ilmu pendidkan di sekolah terus terganggu dan selalu pindah-pindah sekolah karena mengungsi.

Untuk itu LPPM USU Medan memberikan bimbingan belajar tambahan diluar jam  sekolah kepada anak sekolah warga desa Mardingding, mulai    siswa  kelas 1 hingga kelas 6 tingkat SD dan  kelas VII  sampai kelas  IX  SMP   khusus  untuk mata Pelajaran Matematika. Materi  pelajaran yang diberikan sama seperti mata pelajaran di sekolah mereka yang dibagi dalam 9 kelas. 

Bagi siswa SD kelas 1 hingga kelas 5 belajar mulai pukul 14.30 sampai pukul 16.00 WIB. Bagi   siswa SD kelas 6, SMP kelas  VII hingga kelas IX belajar mulai pukul  16.30 hingga pukul 18.00 WIB.

Marihat Situmorang dalam pengarahannya menjelaskan,  saya cukup kagum atas antusias para orang tua untuk mendukung anaknya  mengikuti bimbingan belajar tambahan.  Pelaksanaan bimbingan belajar  dilakukan selama 2 bulan hingga Desember 2016 nanti,  mereka belajar 4 kali dalam satu Minggu yakni pada hari Selasa, Rabu, Jumat  dan Sabtu.

Mereka nanti diajak belajar agar cinta matematika, cinta pengetahuan, karena matematika  tidak pernah terlepas dari pada berhitung dan itu alasan  dari LPPM USU untuk  memberikan  mata pelajaran  khusus Matematika kepada anak penvgungsi Sinabung. 

Selain dari pada memberikan bimbingan belajar, LPPM  USU juga  memberikan pengetahuan cara bercocok tanamam hydroponik , pelayananan kesehatan bagi pengungsi, ungkapnya. *PRO



Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours