Kolom As Atmadi

Share it:
hariancentral.com:

45 Tahun PNS
Oleh As Atmadi (Pemimpin Redaksi Harian Central)

TAK TAHU pasti sejauh mana pegawai negeri sipil (PNS) bisa menampilkan citranya yang baik ke rakyat yang membutuhkan pelayanan.

Di ulang tahunnya yang ke-45 (29/11) bersamaan bergantinya Korps Pegawai Negeri (Korpri ) menjadi Korps Profesi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (KPASNRI), diharapkan  bisa berganti mental dari kebiasaan buruk PNS di negeri ini. 

Di balik nama Korpri itu rakyat menilai terselit kebiasaan oknum-oknum pegawai negeri sipil yang buruk dalam melayani kepentingan rakyat. Segalanya menggunakan uang suap dan pungli. Guru-guru PNS sangat galak dan pungli dari yang kecil-kecil menekan orangtua siswa sampai gede-gedean, jutaan rupiah orangtua siswa harus bayar saat mamasukkan anaknya ke sekolah. 

Padahal guru-guru sampai kepala sekolah sudah dibayar gajinya oleh negara yang sekarang ini terbilang besar, tetapi korupsi, suap, pungli gratifikasi  terus saja berjalan. Kalau rakyat menyebut di sekolah-sekolah ada pungli, itu artinya di instansi negeri lainnya bentuk-bentuk kejahatan mencekik leher rakyat, seperti air yang tak pernah mau surut. 

Tahun ini, tahun pertama berlaku Aparatur Sipil Negara (ASN). Perubahan nama Korpri diiringi terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang KPASNRI. 

Sebaiknya memang yang diharapkan oleh rakyat perubahan nama bisa berjalan seiring dengan misi reformasi birokrasi dan revolusi mental yang berulangkali disebutkan Presiden RI Joko Widodo.

Sekalipun menurut Sastrawan Inggris, William Shakespeare , “What’s in a name?” Apalah arti sebuah nama”. Pujangga Eropa William Shakespeare, menjelaskan seandainya kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi. “That which we call a rose by any other name would smell as sweet.

Sebaliknya bunga tahi ayam diganti namanya jadi rose, tetap bau tahi ayam. Artinya walaupun Korpri berganti nama, jika kelakuan, karakter dan sikap menyakiti rakyat PNS tidak berubah akan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat banyak. Rakyat tetap saja akan menangis menyaksikan tindak-tanduk dan mental PNS yang tidak mau berubah menjadi baik.

Jangan PNS dan birokrat cuma ganti casing, tetapi sifat-sifat buruk yang lama, sombong, malas bekerja, hanya pintar ngomong, suka KKN dan lengket dengan segala bentuk penyimpangan, tetap saja tak ada gunanya.Tunjukkanlah KPASNRI mampu bersendal bahu, bekerja keras selaras dengan tujuh butir revolusi mentalnya Jokowi. 

Dengan begitu mungkin rakyat bisa berangsur bebas dari kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Rakyat akan tidak menangis lagi, karena hatinya tidak dilukai oleh perbuatan buruk PNS di masa lalu. Jangan lagi sampai tertankap operasi tangkap tangan (OTT), setelah muncul Saber Pungli. *RED
Share it:

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyrakat

MEDAN-hariancentral.com