Ketua BMPS : Meliburkan Siswa Sabtu Harus Dipertimbangkan

Share it:
MEDAN, hariancentral.com: Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Muhadjir Effendy untuk meliburkan siswa Sabtu-Minggu misalnya memberlakukan program terobosan baru guna mengoptimalkan pola pendidikan karakter diseluruh Indonesia mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat, salah satunya datang dari Ketua Badan Musyawarah Swasta (BMPS) Sumatera Utara, Suparno menjawab hariancentral.com di Medan, Selasa (8/11).

Dia mengatakan itu sekaiatan dengan wacana kemeteria pendidikan akan meliburkan siswa/i SD,SMP pada Sabtu dan Minggu.

Menurut Suparno, meliburkan siswa sabtu-Minggu harus dipertimbangkan lagi, karena biasanya program tersebut dijalankan di negara-negara maju." Biasanya di negara-negara maju program seperti ini sudah jalan. Kalau ini dijalankan di Indonesia belum saatnya," tukasnya.

Suparno juga mengatakan program ini sangatlah bagus namun yang menjadi kekhawatiran nantinya  adalah masalah beban ekonomi (cost) yang harus dikeluarkan oleh orangtua akan bertambah menjadi dua kali lipat.  

"Saya memperkirakan ekonomi orangtua semakin membengkak karena  siswa/i SD, SMP  akan  bertambah jam pelajarannya," katanya

Selain itu juga,program ini akan membuat para  siswa-siswi yang biasanya pulang dari sekolahnya  membantu orangtuanya di pedesaan. dikhawatirkan ini tidak akan bisa lagi.

Menurutnya,andaikan program ini jadi diterapkan, seharusnya jangan ada pilih kasih atau diskriminasi "Sebaiknya program ini diberlakukan untuk semua siswa/i di Indonesia  mulai jenjang SD, SMP sampai dengan SMA dan SMK karena pendidikan sama dan jangan pilih kasih. " 

Pendidikan itu sama, tidak ada perbedaan oleh karena pemberlakuannya tidak ada pilih kasih," katanya Kita bukan tidak mendukung implementasi Nawacita Presiden RI Ir Jokowi.

Dia menyebutkan setiap sabtu, para siswa/i di sekolahnya masing-masing ada diberikan tambahan ekstrakulikuler dari guru yang bersangkutan dengan berbagai kegiatan.nantinya ekstrakuliker itu tidak akan ada lagi, bilamana hari sabtu menjadi hari libur siswa/i.

Seperti dicintohkannya, program lima hari belajar secara nasional pernah diberlakukan oleh masa Menteri Pendidikan RI M Nuh, namun program tersebut tidak semulus yang diharapkan banyak faktor yang menyebabkan kurang berjalan program tersebut ketusnya.

Sebagaimana diberitakan, libur Sabtu-Minggu adalah mengoptimalkan pola karakter di seluruh Indonesia, tujuannya untuk membangun karakter siswa didik misalnya dengan metode role model maupun role playing.' Nantinya guru dan murid diminta untuk lebih aktif dalam pola pembelajaran berbasis, Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). kata Menteri Pendidikan RI Muhadjir Effendy. *PUL  
Share it:

Kolom SKPD

Medan

NEWS

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: