Tipu Korban Penipuan, Puluhan Juta Habis Untuk Memuluskan Kelulusan Menjadi Pegawai PTPN III

Share it:
MEDAN, hariancentral.com: Menjadi Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini menjadi pekerjaan favorit bagi sebagian masyarakat Indonesia, bahkan jalur pintaspun dan bagaimanapun rela ditempuh demi kelulusan untuk diterima disalah satu perusahaan BUMN dikarenakan sulitnya untuk mencari pekerjaan.

Seorang pria bernama M Ihsan mengaku telah menjadi korban penipuan hingga puluhan juta rupiah, dengan modus mampu meluluskan pegawai BUMN. Pelakunya, menurut Ihsan, adalah pegawai di PTPN III Medan, M Nur Ibnu Hasan, warga Jalan PWS, Gang Saidi No.7, Kelurahan Sei Putih Timur, Medan Petisah.

“Kalau saya kerugian Rp 50 juta. Waktu itu dia (M Nur Ibnu) datang mengatakan bahwa di PTPN III tengah membutuhkan orang. Katanya anak saya bisa dimasukkan sebagai pegawai,” kata Ihsan kepada awak media saat dikonfirmasi, Selasa (11/10) siang.

Dia menjelaskan, pada pertemuan pertama 17 Juni 2016 lalu, dirinya didatangi pelaku agar melengkapi berkas-berkas serta uang administrasi sebesar Rp 50 juta. “Karena dia (pelaku) pegawai di PTPN III, saya pun yakin. Lalu saya setorkan uang secara bertahap,” ungkapnya.

Setelah uang diserahkan, pelaku kemudian menghilang. Ketika Ihsan menghubunginya, pelaku kerap berkilah dan memberikan berbagai alasan yang tak masuk akal. “Kalau ditelepon, alasannya ada aja. Saya pun kemudian melaporkannya ke Polrestabes Medan. Dan sekarang sudah ditangkap,” ungkap Ikhwan sembari menunjukkan surat bukti lapor No: STTLP/ 2200/ IX/ 2016/ SPKT RESTA MEDAN.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal mengatakan pihaknya telah mengamankan pelaku bernama M Nur Ibnu Hasan, atas kasus penipuan.

“Memang ada yang kami amankan dalam kasus penipuan. Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal.



Dari informasi yang diperoleh , tersangka diduga telah menipu empat orang warga. Mereka adalah M Ihsan Fadil, Febi Ramadani, Khairunnisa, dan Alfian Sitorus. *mrh





Share it:

Economy

Kriminal

Medan

NEWS

Post A Comment:

0 comments: