Pers Merdeka

Share it:
Pers Merdeka
Oleh: As Atmadi (Pemimpin Redaksi Harian Central)

MEDAN, hariancentral.com: PERUSAHAAN pers  ialah institusi yang merdeka (bebas) dalam menjalankan prinsip-prinsip dan fungsi jurnalistik. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999. 

Pers hari ini bukan hidup di pemerintahan otoritarian, menggebu-gebu melakukan hegemoni terhadap pers yang dianggap membahayakan rezim.

Bersamaan dengan reformasi digulirkan, telah dipulihkan kemuliaan pers, kebebasan (kemerdekaan pers). Artinya pers terbebas dari cara-cara membungkam idealisme wartawan. Cara itu merupakan praktik konyol dalam demokrasi kedaulatan rakyat  saat ini

Media pers harus senantiasa berupaya mengaplikasikan diri tetap menghormati dan menjaga nilai-nilai idealisme. Sebab independensi pers sebagai salah satu pilar demokrasi, dan menjadi harapan rakyat pers dapat mengungkap kebenaran yang tidak boleh terancam oleh bentuk apapun. Dan pers harus bebas dari tekanan, dengan menepiskan kepentingan rakyat terhadap keadilan dan kebenaran.

Pers harus dapat menjadi jembatan yang adil dalam menjaga kepentingan rakyat dengan kepentingan pemerintah. Terhidar dari bentuk-bentuk bertentangan dengan asas-asas demokrasi

Harian Central lahir dari keringat dan kerja keras ditopang cita-cita segenap pengasuhnya untuk menegakkan pilar demokrasi. Menjauhkan diri dari penyuguhan informasi irasional. Memberikan informasi yang diperlukan rakyat, tak lekang dari nilai-nilai sosial kontrol. Semua itu dibungkus oleh norma-norma yang berlaku di negeri ini.

Masyarakat bisa menghirup dalam-dalam udara bebas merdeka dan demokratis melalui cermin kehidupan kebebasan pers. Bebas mengungkapkan informasi yang dimaui masyarakat yang hidup di alam kemerdekaan. 

Pers hari ini bersama-sama dengan masyarakat membangun peradaban baru, ialah peradaban komunikasi informasi global. Harian Central berusaha keras dapat maju ke depan bersama profesionalisme pers. Harian Central pusat berita korupsi dan investigasi reporting.

Harian Central muncul ditengah masyarakat yang sudah semakin pintar dan cerdas untuk memilih mana media yang dapat dijadikan guru yang baik di masyarakat, mana media yang perlu diabaikan dan dilupakan saja. 

Media yang dinginkan masyarakat saat ini mampu memberikan informasi untuk dijadikan inspirasi bagi setiap pembacanya. Dari tidak mengerti situasi menjadi paham, dapat melahirkan kebijakan, arif dan pas dalam menjalankan kehidupan bernegara. 

Sekali lagi, sebagai institusi publik kami sadari, wajib mengemban kepentingan publik. Sebagai subsistem demokrasi tetap memelihara kemerdekaanya.*red







Share it:

Medan

Nasional

NEWS

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: