Panusunan Purba Gugat Parlindungan Purba di PN Medan Terkait Ahli Warisan

Share it:
 MEDAN, hariancentral.com: Drs Panusunan Yacob Purba SH (45), warga Jalan Sei Batang Hari Nomor.81, Kecamatan Medan Baru, Medan, melakukan gugatan Pembagian Harta Warisan di Pengadilan Negeri Medan, Jalan.Pengadilan Nomor.8 Medan, terkait harta warisan gono-gini yang juga merupakan warisan dari kedua orangtuanya, Alm.Washington Purba dan Alm.Bidan S Sitanggang.

Hal ini dikatakannya kepada wartawan, Selasa, (18/10) usai mengikuti sidang pertama gugatan pihaknya di Pengadilan Negeri Medan.

Anak kelima dari 7 bersaudara ini mengatakan telah mendaftarkan gugatan terkait harta gono-gini yang merupakan warisan keluarga besar mereka, setelah kedua orangtua mereka meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. 

”Awalnya saya dan keluarga menuruti apa kehendak dan kemauan dari abang-abang saya terkait harta warisan yang ditinggalkan kedua orangtua kami. Harta gono-gini tersebut antara lain harta bergerak dan harta tidak bergerak. Dan itu masih atas nama orangtua yaitu Alm.Washington Purba.” Terangnya.

Dilanjut Panusunan lagi, awalnya, abang kandungnya yang bernama Parlindungan Purba SH MM, bersama  Dr Tuahman Fransiscus Purba, Drs Maruli Yosep Purba, dan lainnya yang juga masih saudara kandungnya mengatakan akan membeberkan apa-apa saja warisan peninggalan Almarhum milik kedua orangtua mereka. 

” Saat itu, saudara saya bernama Parlindungan Purba mengatakan akan membeberkan seluruh harta warisan peninggalan orangtua kami dan membicarakan terkait pembagian harta,  namun kami  disuruh menunggu sampai 100 hari terlebih dahulu. 

Ini sudah lebih seratus hari, saya melihat kuat dugaan, saudara saya Parlindungan Purba mencoba untuk menguasai seluruh harta  warisan orangtua saya, dan berusaha untuk mempengaruhi abang dan adik-adik saya  yang lainnya.” Terang Panusunan didampingi istrinya Boru Nainggolan.

Sempat selama dua bulan dilakukan mediasi agar permasalahan keluarga menyangkut harta warisan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. ” Tiga kali kami pihak laki-laki saat itu sudah melakukan mediasi, namun, Parlindungan Purba selalu berusaha untuk memperlama dan mengulur waktu. 

Sementara saat itu gugatan saya sudah masuk ke Pengadilan Negeri Medan pada Kamis, tanggal 30 Juni 2016, dengan nomor 310/Pdt.G/2016/PN.Mdn. Karena tidak ada menemukan kesepakatan dan solusi, maka saya menaikkan perkara tersebut untuk disidangkan.

Saya menggugat enam (6) orang saudara saya, karena mereka berusaha tidak terbuka terkait harta warisan peninggalan orangtua kami.” Sebutnya.

Terpisah, Parlindungan Purba SH MM, saat dihubungi awak media melalui selulernya, mengatakan bahwa dia tidak ada berusaha untuk memperlambat apalagi memperlama urusan harta gono-gini warisan dari Almarhum kedua orangtuanya tersebut.

”Kami sekeluarga ada tujuh (7) bersaudara, dan mengenai masalah harta warisan tersebut, harus dibicarakan masing-masing terlebih dahulu.” Ucap Parlindungan Purba, seraya mengatakan agar permasalahan tersebut tidak dipublikasikan.


Adapun pihak tergugat berdasarkan gugatan Drs Panusunan Yacop Purba SH yakni: Parlindungan Purba SH MM, Dr Tuahman Fransiscus Purba, Drs Maruli Yosef Purba, Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, Sondang Lucia Purba, dan Juni Ety Dame Purba. *mrh



Share it:

Economy

Medan

NEWS

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: