Mahasiswa Datangi Harian Central

Share it:
"Di alam demokrasi, siapapun dapat menyampaikan Jangan Jadikan Media Tempat Transaksional
aspirasi mereka asal dengan santun. Terkait dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai wartawan, kami juga meminta kepada adik-adik mahasiswa untuk membuat pengaduan ke pihak yang berwajib.”


MEDAN, hariancentral.com: Suasana siang hari, saat wartawan dan redaksi Harian Central yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso No.355 Kecamatan Medan Maimun sedang melakukan aktivitas menyiapkan berita-berita, tiba-tiba sekira pukul 12.00 WIB, puluhan massa yang mengatas namakan Masyarakat Pemerhati Media dan Komunikasi Sumatera Utara (MPMKSU) mendatangi kantor Harian Central, Selasa, (12/10).



Dihadapan Pemimpin Redaksi Harian Central, As Atmadi, Redaktur Pelaksana (Redpel), Faisal Tampubolon, Wakil Pemimpin Umum, Reymon Simbolon, SH,MH, Staf Redaksi dan Wartawan, para demonstran yang mengaku mengatasnamakan mahasiswa ini meminta kepada Pimpinan Harian Central untuk menindak Wartawan yang diduga ikut menjadi wahana transaksional.



"Kami meminta kepada Pimpinan Surat Kabar Harian Central, agar lebih mengedepankan Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999 pasal 7 ayat 2 yang ditetapkan oleh Dewan Pers, dan pasal 15 ayat 1 dan 2 UU Pers yang berisikan sifat independen mulai dari Wartawan, Pimpinan Perusahaan Pers, Tokoh Masyarakat, Ahli Bidang Pers atau Komunikasi, dan bidang lainnya yang dipilih oleh organisasi Wartawan dan organisasi Perusahaan Pers," kata koordinator aksi, Ahmadian Harahap.



Lanjut dia lagi, jika dahulu jurnalis adalah profesi yang menjunjung tinggi independensi, mampu menjadi alat kontrol sosial  dan siap mengatakan kebenaran walau nyawa taruhannya hingga tidak sedikit media yang dibredel karena begitu vokal.


"Untuk itu, kami dari Masyarakat Pemerhati Media dan Komunikasi Sumatera Utara, yang juga merupakan mahasiswa, datang ke sini untuk mengingatkan Pimpinan Media Harian Central untuk hati-hati merekrut Wartawan. Jangan sampai masuk Wartawan amplop alias Wartawan bodrek ke Perusahaan Harian Central sebagai tempat transaksional,” jelas Ahmadian.

Membuat Pengaduan

Aksi para pendemo dari (MPMKSU) disambut baik oleh Redpel Faisal Tampubolon yang didampingi Pemimpin Redaksi mengatakan sangat menghargai dan menghormati aspirasi para mahasiswa. 

"Di alam demokrasi, siapapun dapat menyampaikan aspirasi mereka asal dengan santun. Terkait dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai Wartawan, kami juga meminta kepada adik-adik mahasiswa untuk membuat pengaduan ke pihak yang berwajib,” tegas Faisal.

Selesai menyampaikan aspirasinya dan mendengarkan jawaban dari Harian Central, para mahasiswa akhirnya membubarkan diri. 

Situasi di Jalan Brigjend Katamso yang sempat macet akibat adanya aksi selama 30 menit, kembali lancar setelah pendemo membubarkan diri. *red















Share it:

Medan

NEWS

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: