BPBD Karo Sosialisasikan Pengetahuan Gunung Bagi Murid SD

Share it:
KARO, hariancentral.com: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo memberikan sosialisasi tentang pengetahuan Gunung Api  bagi murid SD  yang terdampak Sinabung pada Kamis(20/10) di SD Negeri 040488 Tiganderket, Kecamatan Tiganderket.

Pada kesempatan itu turut hadir Plt. Kepala BPBD  Karo  Matius Sembiring diwakili Kabid Pencegahan dan Kesiap siagaan Unggul Perangin-angin, Kanit PAM Obvit Sat Sabhara Polres Karo Ipda Zulkifli, Kepala SD Negeri 040488 Tiganderket Rahimawati dan Nara Sumber Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra SPd.

Unggul Perangin-angin mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada murid SD yang terdampak Sinabung, meliputi Kecamatan Berastagi, Naman Teran, Simpang Empat, Payung dan Tiganderket.  Hal ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan , pemahaman ancaman, dan manfaat Gunung Api.

Armen Putra dalam penjelasannya  mengatakan, gunung adalah tumpukan tanah yang paling tinggi yang berbentuk kerucut. Gunung terbentuk akibat dari pergeseran benua antara satu dengan benua lainnya dan mengakibatkan terjadinya tumpukan maupun gempa bumi.

Ciri-ciri Gunung Api adalah   ditandai adanya air panas, asap berbau belerang dan adanya kawah. Gunung Api Meletus akibat dari pada magma  didalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang tertekan tinggi atau karena gesekan gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma.

Selain itu kata Armen,  Lava adalah cairan magma bersuhu sangat tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah  gunung api.  Ada lagi Awan panas yakni  hasil letusan gunung api yang paling berbahaya dengan panas mencapai 500 derajat celcius,  karena tidak ada cara untuk menyelamatkan diri dari awan panas tersebut, kecuali melakukan evakuasi sebelum meletus. Gempa bumi  terjadi karena  gesekan antar lempeng-lempeng tektonik dibawah permukaan   bumi.

Dia tambahkan,  hasil letusan gunung api berupa gas vulkanik,  lava dan aliran pasir sertab  batu panas,  lahar, tanah longsor, gempa bumi, abu  letusan, dan awan panas (piroklastik)

IIpda Zulkifli memaparkan Peran Polisi dalam penanggulangan bencana dan sosialisasi Mitigasi  sesuai dengan tahapan penanggulangan bencana  yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

Pra Bencana peran polisi melakukan kegiatan kemitigasian berupa sosialisasi, pembinaan , penyuluhan, pelatihan, koordinasi, simulasi baik dilingkungan internal maupun secara bersama-sama  dengan instansi terkait lainnya dalam rangka kesiapan mengadapi bencana. Tujuan mengurangi dampak resiko bencana.

Kemudian Pasca Bencana peran polisi sebagai Harkamtibmas, pemulihan keamanan, membantu kegiatan  RR, Antisipasi dampak bencana, antisipasi bencana susulan dan Demobilisasi/Konsolidasi sumber daya, ungkapnya. *pro



Armen Putra ketika memberikan penjelasan kepada  murid SD di RTiganderket.*hariancentral.com/proklamasi  ginting).


.


Share it:

Central daerah

Kolom SKPD

NEWS

Pendidikan

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: