BNN Pusat Putuskan Jaringan Sindikat Bandar Narkoba Yang Sudah Lama Beredar Dikota Medan

Share it:
MEDAN, hariancentral.com: Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Irjen Arman Depari mengatakan pasca penangkapan terhadap 3 anggota sindikat narkotika, personel BNN terpaksa memutuskan menembak seorang tersangka bernama Jumari alias Jum karena mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

“Tersangka Jumari alias Jum merupakan pemilik sekaligus koordinator jaringan sabu-sabu miliknya sendiri, kata Arman Depari saat menggelar paparan di Kompleks Imperium, Jalan Pinang Baris, Medan, Rabu (19/10).

Arman memaparkan, penangkapan yang dilakukan itu merupakan pengembangan sejumlah kasus yang ditangani BNN di Kota Medan. Dimana petugas BNN mendapat informasi, sindikat yang sempat digulung kembali aktif.

Mendapat informasi itu, Petugas BNN kemudian melakukan penyelidikan sekitar 2 bulan untuk mengungkap dan memutus mata rantai jaringan ini.

“Kemarin sore, Selasa (18/10) sekitar pukul 14.00 WIB, kita mencurigai kendaraan yang membawa narkoba melewati perbatasan dari Aceh Tamiang. Penumpangnya tiga orang. Kita membuntuti dan memastikan kendaraan itu adalah target operasi,” jelas Arman.

Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas BNN dibantu petugas kepolisian menghentikan Toyota Rush hitam, yang menjadi target, di depan ruko Kompleks Perumahan The Imperium, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Medan.

“Benar dan ditemukan narkoba berbagai jenis dari 100 ribu butir pil ekstasi, 50 ribu butir pil happy five, dan 38 kg sabu-sabu yang dikemas dan dimasukkan dalam 6 tas dan 1 koper. Petugas juga menemukan uang tunai Rp 12 juta dan alat komunikasi,”ungkap Arman.

Saat dilakukan penggeledahan badan, Arman mengatakan seorang diantara tiga orang yang ada di dalam mobil disebutkan berupaya melakukan perlawanan dan berusaha melepaskan diri.

“Petugas kita melakukan tindakan tegas dengan 2 kali melepaskan tembakan dan yang bersangkutan roboh,” sambung Arman.

Pria yang tewas bernama Jumari (49), warga Desa Landuh, Rantau, Aceh Tamiang. Dia ditengarai sebagai koordinator yang membawa narkoba dan akan mendistribusikan kepada pelanggan jaringannya. 

Jasad pelaku saat ini masih berada di RS Bhayangkara Medan. Sementara dua rekannya, Irwan (33), warga Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, dan Abdul Manan (50) warga Dusun Cahaya, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, bersama barang bukti rencananya dibawa ke Jakarta. 

Mereka akan ditangani  penyidik BNN pusat. “Jadi, Narkotika itu akan dibawa ke Medan, Jakarta dan Kepulauan Riau. Dari Jakarta akan dibawa ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Sumbernya kami duga dari Malaysia,”ungkap Arman lagi.

Diakhir paparannya, Arman mengimbau masyarakat tidak resah dengan maraknya penangkapan pengedar narkoba. Tindakan itu dinilai sebagai bentuk perlindungan masyarakat.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 112, 114, dan 123 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancamannya hukuman mati, ditambah pasal pencucian uang,” akhirnya. *mrh



Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Irjen Arman Depari ,Bersama Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marinduri Sik SH Memaparkan Barang Bukti Narkotika
Attachments area

Share it:

Medan

Narkoba

NEWS

Post A Comment:

0 comments: