Uskup Agung Medan Dan Wakapoldasu Kerjasama Brantas Narkoba

Share it:
PEMATANGSIANTAR, Centralonline:  Uskup Agung Medan, Mgr DR Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap dan Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto SH menutup acara Sinode ke-6  secara simbolis di Gereja Santo Yosef Jalan Kain Batik Pematangsiantar berjalan lancer,  baru-baru ini.

Wakapoldasu maupun Uskup Agung Medan  menyampaikan, bahaya narkoba bagi kelangsungan umat. Narkoba sangat merusak terutama generasi muda. narkoba harus dijauhkan dari kehidupan. Gereja sebagai keluarga kecil harus menjadikan narkoba sebagai musuh, dijauhi dan diberantas.

Adhi Prawoto memaparkan, berbagai program yang telah disusun Presiden Jokowi yang disebut sebagai nawa cita, dijelaskan secara rinci didepan ribuan umat Katolik. Usai paparan beliau memberikan kuis kepada Suster dan Pastor yang dapat mejawab pertanyaan tentang program nawa cita tersebut diberikan Rp 7500000.

Wakapoldasu menambahkan, “Untuk memberantas narkoba memang cukup sulit, dan ini bukan hanya tugas pihak polisi saja untuk memberantasnya. Kita harus bekerjasama ini merupakan tugas bersama untuk menyelamatkan bangsa dan negara kita ini, Ego sektoral harus dihilangkan dalam memberantas narkoba, ujarnya.

Turut hadir berbagai pejabat daerah yaitu Jumsadi Damanik selaku Pejabat Walikota Pematangsiantar, Bupati Pakpak Barat Remigo Yalando Berutu dan beberapa anggota DPRD.

Syukur disini tidak ada Suster dan Pastor yang terlibat narkoba. Narkoba adalah penjahat luar biasa yang sudah menggerogoti sendi-sendi kehidupan dan dibutuhkan kerjasama dari rohaniawan Khatolik untuk memberantasnya, tegasnya.


Sementara di tempat lain, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Pansus DPR-RI), mengadakan  pertemuan diskusi untuk membangun kelembagaan Polri demi membumikan program Nawacita dan mengaktualisasikan agenda kerja Kapolri.

Reformasi internal Polri sebagai program awal merupakan syarat utama, ini sejatinya bukan tujuan melainkan landasan kondusif dan mutlak yang mesti tersedia dalam rangka pelaksanaan Program kerja dan tugas Kapolri.

Soliditas Polri menjadi sebuah program tak terbantahkan untuk diagendakan Tito. Soliditas tidak sekedar kesatuan dan keutuhan melainkan kebersamaan, kekompakan, dan kegotongroyongan civitas Polri, sehingga menjadi energi positif dan potensi dahsyat untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil kerja Polri di manapun dan kapanpun.

Soliditas Polri menjadi amat penting dan relevan untuk menjaga dan mengawal kualitas Polri dalam melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Program Kapolri menjadi kurang menyegarkan dan kurang meyakinkan rakyat secara umum apabila tanpa diawali dan disertai dengan reformasi Polri. Program tanpa dilandasi dan dikuati reformasi internal maka program tersebut hanya bersifat rutinitas dan formalitas.
Program akan kehilangan makna bahkan kehilangan roh apabila tidak membawa dan menumbuhkan perspektif serta orientasi perubahan institusi dan jajaran Polri yang kehadirannya bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. *gan




Share it:

Central daerah

Narkoba

Nasional

NEWS

relgius

Post A Comment:

0 comments: