Skip to main content

Ruhut Sitompul Minta Poldasu Temukan Penghina Orang Batak

Sosialisasikan 4 Pilar di Medan

MEDAN | CENTRAL

            Anggota DPR RI Ruhut Sitompul minta agar Polda Sumut segera menemukan para penghina Orang Batak dan Presiden Jokowi. Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan, terkait adanya pelaporan oleh masyarakat terhadap dua pemilik akun Facebook, karena melakukan penghinaan terhadap Orang Batak dan Presiden Jokowi.

            "Apalagi tindakan itu sudah dilaporkan masyarakat ke Polda Sumut, maka kewajiban Polda Sumut agar mencari tahu sampai dapat siapa orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu, sekaligus menerapkan hukum yang tegas," tandasnya, usai menyampaikan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Jumat (2/9), di Hotel Grand Impression Jalan Setia Budi Medan.

             "Negara ini adalah negara hukum. Maka apa pun perbuatan kita, kalau sudah bersinggungan dengan hukum, maka kita pun harus mempertanggungjawabkannya secara hukum. Jadi berhati-hatilah dalam berbicara, apalagi sampai menghina suku tertentu," sambung anggota Komisi III DPR RI yang membidangi soal hukum itu.

            Sebelumnya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan moderator Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut Tahan M Panggabean MM tersebut, Ruhut menegaskan, bahwa saat ini, hukum adalah panglima.

            "Jadi sekarang semua sama di depan hukum. Lihat bagaimana penegakan hukum saat ini, tidak pandang bulu," katanya seraya menegaskan dukungannya terhadap pemberlakuan hukuman mati. "Saya mendukung hukuman mati terhadap pengedar narkoba, koruptor, dan teroris. Negara lain bisa mengatakan negara kita tak beradap karena menerapkan hukuman mati. Tapi lihat juga tingkat sosialnya. Jangan pula bicara HAM. Sementara HAM korban diabaikan," katanya.

            Terkait 4 Pilar, anggota MPR/DPR RI FPD Periode 2014-2019 ini mengingatkan, bahwa di Era Orde Baru, untuk menyaring semua informasi negatif yang masuk dari luar negeri, dibuatlah P4. Menurut dia, inilah salah satu peninggalan Orde Baru yang sebenarnya baik tapi sempat ditinggalkan, termasuk GBHN.

            "Memang banyak yang buruk. Tapi saat Era Reformasi, semua ingin dihilangkan. Nyatanya yang baik seperti P4 dan GBHN hilang, malah yang tidak baik seperti korupsi makin merajalela," kata Ruhut.

            Ruhut mengungkapkan, munculnya 4 Pilar tidak terlepas dari jasa tokoh PDIP yaitu alm Taufik Kiemas. "Kita bersyukur dengan perbedaan agama, banyaknya suku, budaya dan lain-lain, namun tetap bersatu di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian dengan adanya NKRI, maka keutuhan negara akan tetap terjaga. Kalau sudah bicara NKRI, maka kita adalah satu. Tidak ada lagi kesukuan, tidak ada lagi pribumi dan nonpribumi," paparnya. 

            Ruhut pun mengajak para mahasiswa yang hadir agar paling depan menyuarakan kebersamaan. "Jangan lagi bicara SARA. Semua kita sama dan punya kesempatan sama. Kalau Tuhan berkehendak, bahkan adik-adik pun bisa jadi presiden. Jangan minder dan kecil hati," sebut Ruhut. 

            "Uang bukan segalanya. Disiplin dan kerja keras adalah jalan utama menuju kesuksesan. Jangan kerja keras hanya saat susah. Tapi teruslah bekerja keras. Lalu sebagai generasi muda, teruslah belajar dan belajar. Jangan pula berkecil hati karena disiplin ilmu yang dimiliki. Semua disiplin ilmu baik, kuncinya adalah profesionalisme. Dan di atas segalanya adalah selalu bersandar kepada Tuhan yang Maha Kuasa," tutup Ruhut Sitompul. (TIM)
 
editor : raymond simbolon
sumber : central

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…