Memilih Figur Penggerak Pembangunan Terbaik Lewat Pilkades Karo

Share it:

Oleh: Janni Ginting, Harian Central Biro Karo

Tanggal 11 Oktober 2016 yang akan datang 234 desa dari 259 desa yang ada di Kabupaten Karo akan melaksanakan pemilihan KepalaDesa (Pilkades) serentak.

Panitia pemilihan di desa yang melaksanakan pesta demokrasi dilevel terendah di negeri ini, sedang menjalankan tahapan untuk terlaksananya gelaran yang akan menghasilkan “ figur penggerak  pembangunan” terbaik di desa se-Kabupaten Karo.

Pendaftaran untuk bakal calon Kepala Desa telah ditutup tanggal 22 Juli 2016 silam. Artinya masyarakat disetiap desa yang akan memilih pemimpinnya sudah tahu siapa saja yang dapat mereka pilih.

Untuk mengurus dan melayani mereka untuk masa lima tahun ke depan. Masyarakat sudah bisa mempelajari kiprah balon kades selama ini, apa yang sudah pernah dia buat untuk kemajuan desanya.

Lihat calon pemimipin yang harus kita pilih, jangan kita memilih hanya karena dia teman kita, keluarga dan pernah traktir kita atau mau balas budi lainnya.

Namun alasan yang bijak untuk memilih calon Kepala Desa atau penggerak pembangunan desa ialah karena dia adalah orang jujur, punya jiwa melayani, kreatif dan visioner untuk kemajuan desa kita.

Mengapa harus kreatif dan visioner….? Karena dia harus mengelola dana yang lumayan besar yang di kucurkan pemerintah pusat lewat Alokasi Dana Desa (ADD).

Untuk mengelola ADD mau tidak mau Kepala Desa yang terpilih nanti haruslah seorang yang kreatif dan visioner. Kalau tidak dia akan susah sendiri bisa-bisa dia akan  berurusan dengan penegak hukum.

Untuk mengelola ADD Kepala Desa harus tahu membuat program-program pembangunan yang tepat sasaran.  Sesudah penggunaan dana desa selesai dia harus membuat laporan pertanggung jawaban dana.

Lewat pemberitaan media dua bulan  yang lalu, ada kabupaten yang tertunda pencairan ADDnya hanya karena sebagian besar Kepala Desa di Kabupaten tersebut tidak dapat membuatt program pembanguan sesuai peraturan yang berlaku.

Berdasarkan pemberitaan lewat media tersebut dari 231 desa yang ada hanya 4 desa yang bisa menerima Dana Desa tepat waktu. Kita tidak mau hal semacam ini terjadi lagi nanti di daerah kita.

Supaya ini tidak terjadi kita harus memilih calon kepala desa atau penggerak pembangunan di desa kita masing-masing adalah orang yang jujur, kreatif dan visioner.


Share it:

Central daerah

Kolom SKPD

NEWS

Post A Comment:

0 comments: