Dampak Erupsi Sinabung, Desa Mardingding Terlantar

Share it:
KARO, Centralonline: Desa Mardingding  merupakan  salah satu desa sebagai Daerah Tujuan Wisata, di Kabupaten Karo. Jarak desa ini sekitar  4,2  kilometer dari Ibukota Kecamatan Tiganderket, dan dihuni 265 KK 936 Jiwa yang mayoritas berpencaharian bertani.

Menurut  pengamatan Centralonline, desa ini  merupakan  salah satu  desa  paling dekat jaraknya  dengan kawah atau Puncak Sinabung sekitar 3,3 kilometer.

Selain dikenal sebagai daerah destinasi Wisata, juga  merupakan salah satu  desa para  pejuang  Veteran di Kabupaten  Karo, Hal ini  terbukti berdasarkan  adanya Tugu Veteran  yang dibangun  para pejuang  Veteran  yang menggambarkan   pejuang dengan  senjata bambu runcing

Bahkan di desa tersebut juga dihiasi dengan keindahan Danau Kecil yang ada di kaki Sinabung dengan luas lebih kurang  2 hektar. Ada juga Pancuran untuk mandi yang airnya begitu bersih, iklim yang sejuk membuat suasana desa menjadi indah dan berseri.

 Disamping itu  ada juga  rumah adat Karo yang telah di renovasi oleh warga, tidak lagi menunjukkan keaslian dari sebelumnya. Rumah tersebut juga telah  terancaman  dari kepunahan, hancur, roboh  dan terlantar begitu saja karena ditinggal warga mengungsi.

Dahulu, desa ini juga dikenal dengan penghasil jeruk, cengkeh, tetapi tanaman tersebut tidak bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama dan cepat  mati diserang hama penyakit. Namun tanaman ini dialihkan ke tanaman  lainnya seperti  kopi, kakao, apokat, sebagai penghasilan utama bagi warga untuk memenuhi kbutuhan hidup keluarga maupun sekolah anak.

Sebelum pergi  mengungsi, selain tanaman keras  warga juga  giat menanam padi, tomat, cabai, jagung dan tanaman lainnya. Pertumbuhannya cukup sehat, hijau, karena memang tanahnya subur karena dekat dengan gunung Sinabung.

S.Singarimbun (70) warga desa Mardingding Kamis (8/9) mengatakan, sejak erupsi Sinabung 2010 kehidupan warga mulai guncang-gancing tidak karuan. Mulai dari itu, kehidupan warga jadi terpencar karena mau atau tidak mau harus menghadapi  rintangan bencana  erupsi Sinabung.

Dimana, warga  harus meninggalkan desa, rumah, harta, ladang, hewan peliharaan pergi mengungsi
Menghindari ancaman bahaya erupsi Sinabung. Hati kami mulai tersayat-sayat,luka ketika meninggalkan desa yang dicintai tempat kami lahir dan dibesar sejak dulu.

A br Sinagarimbun (68) warga lainnya menjelaskan, desa kami  kini mulai terlantar dan tidak terawat lagi, sepi, karena telah lama ditinggal warga mengungsi. Kami sejak 2010 hingga sekarang masih saja terus  mengungsi meninggalkan desa, dan  rumah kami  mulai atapnya bocor, bahkan ada juga yang telah  runtuh terutama rumah adat.

Kondisi desa kami sekarang  sudah kelihatan menyeramkan, bagaikan desa mati, terlantar, diselimuti rumput dan hanya dihuni hewan piliharaan saja, “ tuturnya. *pro

Area lampiran
                  Kondisi rumah warga di desa Mardingding mulai runtuh.*Centralonline/proklamasi ginting
Share it:

Central daerah

Kolom SKPD

NEWS

TRAVEL

Post A Comment:

0 comments: