TIGANDERKET, CENTRAL Lagi-lagi Gunung Sinabung bergejolak, melakukan erupsi luncurkn awan panas serta lava pijar kearah Selatan Tenggara pada Rabu(3/8). Pada status Awas(Level IV), aktivitas Sinabung masih tergolong tinggi diatas normal. Erupsi eksplosif masih berpotensi terjadi, namun ancamannya terbatas pada radius lebih kurang 3 kilometer. Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Dr. Ir. Kasbani,M.Sc melalui Ardy dari Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di desa Ndokum Siroga Simpang Empat kepada Central mengatakan, hingga saat ini Sinabung masih terus bergejolak melakukan erupsi semburkan abu vulkanik. Menurutnya, berdasarkan pengamatan visual dan Instrumental, aktivitas Sinabung masih tergolong tinggi diatas normal. Dimana, sejak pukul 00;00-06;00 terjadi 3 kali erupsi dan 1 kali luncuran awan panas diserta dengan lava pijar. Yang pertama, erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu 500 meter, kedua tinggi kolom abu 1500 meter dan ketiga tinggi kolom abu 1500 meter disertai dengan awan panas dengan jarak luncur sejauh 100 meter kearah Selatan Tenggara. Sebelumnya erupsi, tecatat terjadi 23 kali Gempa Guguran dengan amplituda 5-100 mm lama gempa 25 -135 detik. Terjadi 2 kali Gempa Low Frekuensi(LF) dengan amplituda 10-15 mm lama gempa 11-20 detik. Kata Ardy, potensi erupsi eksplosif Sinabung masih bisa terjadi secara fluktuasi, namun ancamannya terbatas pada radius lebih kurang 3 kilometer. Kubah lava di puncak terus mengalami pertumbuhan ,volume kubah lava semakin membesar hampir 2 kali lipat dari sebelumnya dan tidak stabil sehingga berpotensi guguran lava pijar, aliran lava serta awan panas. Awan panas guguran dan guguran lava yang berasala dari kubah lava serta aliran lava berpotensi mengancam sektor Selatan Tenggara sejauh 7 km dan sektor Tenggara Timur sejauh 6 km. Aktivitas lubang fumarola baru dilereng Utara (Lau Kawar) masih berlangsung. Longsor berpotensi terjadi di lembah dan aliran sungai di lereng bagian Utara akibat pelapukan dan erosi yang memperlemah kestabilan lereng. Selain itu, Lahar berpotensi terjadi di sekitar lembah-lembah sungai yang berhulu di gunung Sinabung bila terjadi hujan. Ancaman hujan abu lebat dapat mencapai lebih dari 3 kilometer dan tergantung kekuatan serta arah angin. Untuk itu, dihimbau kepada masayarakat dan pengunjung/wisatawan untuk tidakmelakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung, “harap Ardy.(rudi singarimbun) Ket.gambar ; Sinabung ketika erupsi Rabu siang.(fhoto : Central/rudi singarimbun)
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours