DITUDUH BEGAL SEORANG WARGA DIHAJAR DAN DIPAKSA MENGAKU OLEH ANGGOTA POLDASU

Share it:
MEDAN|CENTRAL
KASUS PEMUKULAN OLEH OKNUM POLISI, KORBAN DIANCAM, DIPAKSA MENGAKU DAN DIPUKULI TANPA PERTANGGUNG-JAWABAN SEDIKIT PUN.

Malang benar  nasib Dendi Iskandar seorang karyawan swasta yang tinggal di Jl. Pasar VIII Gambir Gg. Sah No. 28 Desa Bandar klippa Kec. Percut Sei Tuan. Entah apa yang diperbuatnya tiba-tiba pada hari minggu 21 Juli dijemput oleh Tejo Ketua salah satu ormas yang ada di Lau Dendang dengan menggunakan Sepeda Motor, kemudian dibawa ke salah satu Lapo tuak di daerah tersebut, disana telah menunggu adi (temannya tejo) dan Bripka Ismail Siringo-ringo dkk yang di duga seorang anggota Polisi yang bertugas di SUBDITJATANRAS POLDA SUMUT.

Tidak jelas apa yang dibahas di lapo tersebut dan tak lama kemudian Dendi langsung dibawa oleh Bripka Ismail Siringo-ringo bersama Tejo ke salah satu kantor parpol di jalan Multatuli dengan menggunakan mobil pribadi, di tempat tersebut Dendi diancam akan disetrum dan ditembak bahkan sampai diimingi-imingi uang agar mengakui perbuatan yang tidak diperbuatnya.

Dendi dituduh atas kasus pencurian sepeda motor yang disertai dengan pembunuhan, padahal kasus yang dituduhkan tersebut terjadi di jalan M.T Haryono tanggal 18 Juli sekitar pukul 04:30 dinihari sedangkan pada hari dan jam tersebut Dendi sedang bekerja.

Menurut keterangan Arifin Harahap dan Suyanto yaitu rekan Dendi bekerja, Dendi biasa bekerja pukul 24:00 s/d 05:00 di pajak Gambir  Lau Dendang.

Setelah dicecar beberapa pertanyaan oleh Oknum yang diduga anggota SUBDITJATANRAS POLDASU di kantor salah satu Parpol di Jln.Multatuli tersebut, Dendi langsung dihajar bertubi-tubi oleh Ismail Siringo-ringo dkk. Namun tidak jelas siapa saja yang ikut memukuli Dendi karena di Lokasi kejadian ada kurang lebih 20 orang yang diduga anggota polisi dan salah seorang etnis tionghoa yang tidak diketahui identitasnya, tetapi Dendi menduga bahwa  Ismail Siringo-ringo ikut menghajarnya.

Dendi merasakan sakit pada bagian wajah , pinggang , dan paha. Setelah dipukuli Dendi diturunkan begitu saja tepat didepan gang rumahnya di Lau Dendang, Dendi yang merasa tidak bersalah tidak terima atas kejadian ini melapor kepada POLRESTA Medan tapi tidak digubris dengan alasan yang tidak jelas.

Kemudian pada tanggal 23 Juli 2016 Dendi mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Putra-Putri Keluarga Besar TNI-AD (HIPAKAD) Sumut agar dibantu untuk didampingi guna penyelesaian kasus-kasus ini. Lalu pada tanggal 23 Juli 2016. dengan di damping oleh Direktur LBH HIPAKAD SUMUT, SATRIA BRAJA HARIANDJA, S.H., M.H, beserta Fahmi Lubis ( Anggota HIPAKAD Sumut ) dan Kristopal Simarmata dan Daniel Silaen. Akhirnya Saudara Dendi membuat laporan ke SPKT POLDA SUMUT, dengan nomor lapor : STTLP/949/VII/2016/SPKT “II”

Setelah Surat tanda Terima Lapor Polisi diperoleh kemudian dilanjutkan visum ke RS.Estomihi di jalan S.M Raja No.355 Medan

Sampai berita ini dihimpun (1/8/2016) Dendi belum mendapatkan Respon dari pihak terkait walaupun sudah tertangkap pelaku yang diduga melakukan Tindak Pidana Pencurian yang di sertai Pembunuhan tersebut.

"Masa saya dipukuli terus dibiarkan gitu aja, Polisi kan melindungi bukan asal main pukul terus tinggalkan gitu aja, ditanya pertanggung-jawaban tapi gak direspon!" Tutur Dendi ke Harian Central dan kami tidak mau kasus ini menguap begitu saja. " ditambahkan oleh Satria Braja Harianja SH.MH (Ray)

Teks Foto : Kristopal Simarmata (Anggota LBH HIPAKAD SUMUT), Raymond Simbolon SH MH (Wakil Pemimpin Perusahaan/ Wartawan Harian Central), Dendi (Korban), Satria Braja Harianja SH MH (Direktur LBH DPW HIPAKAD SUMUT), Teman Korban, Teman Korban, Istri Korban, Kakak Korban. (dari kiri ke kanan)


Editor : raymond simbolon
Sumber : Harian Central
Share it:

Central kota

NEWS

Post A Comment:

0 comments: