MEDAN, Centralonline: Setelah jaksa mengembalikan berkas kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 10,8 dengan alasan belum lengkap (P19).

Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu kembali memeriksa tersangka mantan calon walikota Medan Ramadhan baru-baru ini.

Ramadhan Pohan tiba di Poldasu sekira pukul 12.00 Wib mengenakan kemeja biru, pria berkacamata ini langsung memasuki ruang penyidik di lantai II gedung Ditreskrimum Poldasu.

Kasubdit II Harda Bangtah AKBP Frido Situmorang yang dihubungi wartawan via seluler membenarkan pemeriksaan tersebut.

Menurutnya saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan. "Benar hari ini beliau kita periksa kembali," ujarnya. Perwira berpangkat dua melati emas ini, mengatakan bahwa pemeriksaan kali ini untuk melengkapi berkas yang sebelumnya dipulangkan oleh jaksa.

Sementara Ramadhan Pohan usai menjalani pemeriksaan didampingi kuasa hukumnya saat di konfirmasi wartawan mengatakan, dirinya di periksa oleh penyidik Subdit II Harda Tahbang Ditreskrimum Poldasu mengajukan sebanyak 6 pertanyaan berkisar terkait pengaduan pelapor.

Namun ia (Ramadhan Pohan Red) kepada wartawan dengan tegas mengatakan Timnya terus bekerja untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Dalam  Kasus dugaan penipuan yang di laporkan pelapor padanya di Poldasu, saya akan buktikan siapa yang salah dan benar," ucapnya.

Sebelumnya untuk melengkapi berkas Ramadhan Pohan, Poldasu juga telah memeriksa Calon Wakil Walikota Medan Eddie Kusuma. Pengusaha etnis Tionghoa Eddie Kusuma yang merupakan mantan calon Wakil Walikota Medan Periode 2016-2021 berpasangan dengan Ramadhan Pohan.

Informasi yang dihimpun, Eddie Kusuma diperiksa Poldasu Senin (15/8) sekitar 4 jam dengan menggunakan kemeja putih lengan pendek dan celana berwarna hitam. Ketika keluar dari ruangan penyidik, Eddie Kusuma nampak panik ketika diwawancarai wartawan.

Namun Eddie Kusuma diduga berkilah bahwa dirinya bukan diperiksa atas dugaan penipuan yang dilakukan pasangannya sewaktu maju di Pilkada Kota Medan. "Saya ke Poldasu hanya jalan-jalan saja," ujarnya sambil meninggalkan wartawan.

 Kasubdit II Harda Tahbang AKBP Prido Situmorang ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa dirinya ada memeriksa Calon Wakil Walikota itu. "Kita periksa Eddie terkait dugaan penipuan yang dilakukan Ramadhan, untuk melengkapi berkasnya yang kini P-19. Mudah-mudahan setelah ini berkas Ramadhan bisa P-21," ujarnya.

Namun saat ditanya wartawan apakah Eddie Kusuma bisa dijadikan tersangka atas kasus itu, AKBP Prido mengatakan bahwa Eddie tidak ada terlibat dalam kasus itu. "Eddie tidak terlibat, Eddie tidak tahu-menahu dari mana uang yang digunakan Ramadhan dan Eddie tidak pernah menggunakan uang itu," ujar Prido menerangkan.

Berita sebelumnya, Ramadhan Pohan dijadikan tersangka atas kasus dugaan penipuan yang dilakukannya sewaktu mencalonkan diri menjadi Walikota Medan. Dimana Ramadhan Pohan meminjam uang Miliaran Rupiah dan memberikan Cek kosong kepada korbannya. *gin-es
RAMADHAN POHAN didampingi kuasa hukumnya saat memberi keterangan pers di mapoldasu* Centralonline/gin-es
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours